Jakarta, NU Online
Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) hasil kolaborasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Agama menyediakan beberapa program beasiswa. Program ini telah dibuka sejak awal April hingga akhir tahun 2026.
Salah satu program tersebut adalah Beasiswa Pesantren untuk studi sarjana, yang ditujukan bagi santri agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi di Ma’had Aly atau Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Beasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam bidang keagamaan dan pendidikan berbasis pesantren dengan memberikan kesempatan kepada santri, alumni pesantren, guru, serta tenaga kependidikan untuk melanjutkan studi di jenjang sarjana, magister, atau doktoral, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
“Program ini secara khusus memperkuat kapasitas dan daya saing lulusan pesantren agar mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang moderat, dengan dukungan pembiayaan penuh mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, dan kebutuhan akademik lainnya, sekaligus mendorong pengembangan karakter kepemimpinan, integritas, serta wawasan global guna melahirkan generasi intelektual pesantren yang unggul, adaptif, dan berperan sebagai agen perubahan di masyarakat,” demikian dikutip dari situsweb Beasiswa LPDP-Kemenag pada Ahad (5/4/2026).
Beasiswa Santri Sarjana, yang sebelumnya dikenal sebagai Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), adalah program beasiswa untuk jenjang Strata 1 (S1) yang ditujukan khusus bagi santri atau lulusan pesantren agar dapat melanjutkan studi di perguruan tinggi. “Program ini bertujuan membuka akses pendidikan tinggi bagi santri agar mampu bersaing secara akademik sekaligus tetap membawa nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan,” demikian dikutip dari situsweb yang sama.
Skema Pendaftaran Beasiswa Santri – Sarjana Dalam Negeri
Melalui skema kemitraan, pendaftar Beasiswa dapat memilih satu perguruan tinggi dan program studi tujuan. Daftar program studi dan perguruan tinggi mitra dapat dilihat pada lampiran. Pendaftar yang lulus seleksi BIB melalui jalur kemitraan akan mendapatkan LoA (Letter of Acceptance) Unconditional dari Perguruan Tinggi Mitra dan diwajibkan untuk memulai perkuliahan pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Untuk skema LoA di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), pendaftar Beasiswa yang sudah memiliki LoA Unconditional hanya dapat memilih satu program studi dan perguruan tinggi sesuai dengan LoA Unconditional yang dimiliki. Pendaftar yang lulus seleksi BIB akan memulai perkuliahan pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Perguruan tinggi tujuan melalui jalur PTN hanya dapat diakses oleh pendaftar yang telah lulus seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada Tahun Akademik 2026/2027 di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mitra Beasiswa Santri (terlampir).
Sasaran
Santri atau lulusan Pondok Pesantren di bawah binaan Kementerian Agama, yaitu:
- Lulusan Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) atau Madrasah Aliyah (setingkat SMA/SMK);
- Lulusan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha atau Ulya;
- Lulusan Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Wustha atau Ulya; atau
- Lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah (SPM) Wustha atau Ulya.
Persyaratan
- Warga Negara Indonesia.
- Memenuhi batas usia per 31 Desember di tahun pendaftaran, dengan usia maksimal 24 tahun bagi pendaftar program Sarjana.
- Telah menyelesaikan pendidikan menengah (MA/SMA/SMK) dalam 3 tahun terakhir (lulusan tahun 2026, 2025, atau 2024).
- Pendaftar yang sedang menempuh studi atau telah menyelesaikan studi sarjana (S1) tidak diperkenankan mendaftar.
- Terdaftar pada Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama, dengan melampirkan Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
- Melampirkan Surat Rekomendasi dari Pesantren asal yang menjelaskan santri telah mukim minimal 3 tahun serta mampu memahami dan membaca Kitab Kuning, ditandatangani oleh pimpinan Pesantren (format terlampir);
- Melampirkan Raport Santri selama 2 tahun terakhir, atau Syahadah;
- Melampirkan Surat Keterangan Kesehatan dari rumah sakit atau pusat layanan kesehatan, yang diterbitkan paling lama 3 bulan sebelum masa pendaftaran.
- Menulis profil diri termasuk riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan pada aplikasi pendaftaran.
- Menulis Personal Statement atau Essay yang mencerminkan kesadaran diri, proses pembelajaran, serta kesiapan pendaftar untuk melanjutkan studi.
- Menulis komitmen untuk kembali ke Indonesia, rencana setelah studi, dan rencana kontribusi di Indonesia, disertai bentuk pengabdian sesuai dengan program studi yang dipilih.
- Pendaftar yang memiliki prestasi kejuaraan/non-kejuaraan dan pengalaman organisasi dapat mengisi riwayat tersebut pada aplikasi pendaftaran.
- Menyetujui Pernyataan Komitmen dan Integritas yang disediakan pada platform pendaftaran beasiswa (poin-poin terlampir).
- Beasiswa hanya berlaku untuk Perguruan Tinggi Tujuan dan program studi yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.
- Bagi pendaftar yang mendaftar melalui Daftar Kemitraan PTN* harus melampirkan LoA atau Surat Keterangan Diterima atau tangkapan layar kelulusan dari Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
- Mengunggah Ijazah dan Transkrip Pendidikan Dasar dan Menengah. Jika belum diterbitkan, dapat melampirkan Surat Keterangan Lulus (SKL) atau Surat Keterangan Kelas XII dari Kepala Satuan Pendidikan.
- Pendaftar Program Beasiswa Santri Sarjana Dalam Negeri tidak diwajibkan memiliki sertifikat kemampuan Bahasa.
(KoranPost)
Sumber: www.nu.or.id
https://www.nu.or.id/nasional/beasiswa-kuliah-s1-bagi-santri-di-uin-hingga-mahad-aly-70xWc















