NASA Uji Chip AI Super Canggih untuk Misi Luar Angkasa Masa Depan: 500 Kali Lebih Cepat

May 26, 2026

2 menit teks

Seiring dengan penjelajahan ruang angkasa yang semakin jauh dari Bumi, kita butuh sistem yang bisa beroperasi sendiri tanpa harus terus-menerus dikendalikan oleh manusia.

Kebutuhan ini muncul karena jarak yang sangat jauh. Astronaut yang berada di Bulan atau Mars akan mengalami kendala sinyal, sehingga pengiriman data atau laporan ke Bumi jadi terhambat. Selain itu, sistem otonom juga bisa mempercepat penelitian karena data bisa dianalisis dengan jauh lebih cepat.

Namun, tantangannya adalah perangkat kerasnya harus super tangguh agar tahan terhadap suhu ekstrem dan radiasi tinggi di luar angkasa. Untuk mengatasi masalah ini, program Game Changing Development (GCD) milik NASA bekerja sama dengan perusahaan Microchip Technology Inc. untuk menciptakan sistem High Performance Spaceflight Computing (HPSC).

Chip HPSC milik NASA dengan pelindung luarnya. (NASA/JPL-Caltech/Ryan Lannom)

Chip revolusioner ini baru saja menyelesaikan uji coba lingkungan pertamanya. Chip ini dirancang agar pesawat luar angkasa bisa “berpikir” sendiri. Selama ini, NASA masih menggunakan chip dari dekade sebelumnya yang memang awet, tapi sudah kurang efisien untuk menangani banyaknya data dari misi modern.

HPSC adalah jenis System-on-a-Chip (SoC), mirip dengan teknologi di dalam HP atau tablet kita, di mana semua komponen penting seperti CPU, memori, dan jaringan digabungkan ke dalam satu kepingan kecil. Bedanya, chip ini dirancang khusus supaya tahan radiasi dan bisa bertahan bertahun-tahun di ruang hampa yang jauh dari fasilitas perbaikan.

NASA Is Testing Its Own Cutting-Edge AI Chip For Future Space Missions
Ukurannya hanya segenggaman tangan, tapi kekuatannya luar biasa. (NASA/JPL-Caltech)

Eugene Schwanbeck dari program GCD NASA mengatakan bahwa sistem baru ini sangat fleksibel, tangguh, dan performanya jauh lebih tinggi dibanding teknologi lama. Selain itu, chip ini dilengkapi dengan kemampuan AI dan bisa mengatur penggunaan dayanya sendiri. Jadi, kalau ada fitur yang tidak terpakai, sistem bisa mematikannya untuk menghemat energi yang sangat berharga di luar angkasa.

Saat ini, tim di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA sedang menguji chip tersebut dengan kondisi ekstrem, seperti paparan radiasi tinggi dan suhu yang tidak masuk akal, untuk memastikan chip ini tidak akan “tumbang” di tengah misi.

Hasilnya sejauh ini sangat memuaskan. Chip ini tercatat memiliki performa 500 kali lebih cepat daripada chip tahan radiasi yang digunakan NASA saat ini. Setelah lolos semua tes, chip ini akan segera dipasang di berbagai wahana antariksa, mulai dari robot penjelajah (rover) hingga stasiun luar angkasa masa depan.

Artikel ini pertama kali diterbitkan oleh Universe Today. Baca artikel aslinya di sini.

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/nasa-is-testing-its-own-cutting-edge-ai-chip-for-future-space-missions

Share this post

May 26, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

Ilmuwan Temukan Warna Baru Bernama 'Olo'?

Ilmuwan Temukan Warna Baru Bernama ‘Olo’?

Sebuah tim ilmuwan mengklaim telah menemukan warna baru yang tidak dapat dilihat manusia tanpa bantuan teknologi. Para peneliti yang berbasis di Amerika Serikat mengatakan bahwa

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?