Fakta Mencengangkan: Perjalanan Terpanjang Sinar Matahari Terjadi Sebelum Meninggalkan Matahari, Butuh 170.000 Tahun!

July 23, 2026

3 menit teks

Bayangkan kamu lagi di pesta.

Semua temanmu berdesakan di satu ruangan, kamu seru-seruan – tapi sudah waktunya pulang.

Kamu mulai melangkah ke pintu, tapi setiap beberapa langkah harus berhenti buat satu obrolan perpisahan lagi. Satu teman minta pelukan. Teman lain pengin cerita soal band yang baru ia temukan. Begitu akhirnya bebas, butuh waktu sejam cuma buat bergerak dari sofa ke pintu.

Selamat datang di kehidupan energi di dalam Matahari.

Kita tahu cahaya Matahari butuh sekitar 8 menit untuk menempuh 150 juta kilometer dari Matahari ke Bumi.

Tapi sebelum sampai, energi yang dihasilkan di inti Matahari harus berjuang menembus bagian dalam Matahari yang super padat.

Energi itu dioper dari partikel ke partikel berkali-kali sampai menempuh jarak 695.700 kilometer dari pusat ke permukaan Matahari bisa memakan waktu sekitar 170.000 tahun.

Itu menurut makalah tahun 1992 oleh astrofisikawan Romas Mitalas dan Kenneth R. Sills dari University of Western Ontario.

Keduanya menyadari ada asumsi yang salah dalam menghitung waktu tempuh energi keluar dari Matahari.

Mudah membayangkan energi langsung meluncur lurus dari inti, tapi itu keliru besar. Satu foton yang bergerak lurus saja cuma butuh sekitar 2,3 detik dari inti ke permukaan.

Kenyataannya, foton melakukan apa yang oleh fisikawan disebut “jalan acak” (random walk).

Di plasma padat bagian dalam Matahari, foton sinar gamma cuma bisa menempuh jarak pendek sebelum berinteraksi dengan partikel bermuatan. Foton bisa diserap lalu dipancarkan ulang, atau dihamburkan ke arah acak yang baru.

Jarak pendek itu – disebut panjang langkah (step length) – adalah kunci buat menghitung berapa lama cahaya Matahari lolos ke luar.

Sebelumnya, ilmuwan mengira panjang langkah nyaris konstan di seluruh bagian dalam Matahari, dan perhitungan didasarkan pada nilai perkiraan 0,5 sampai 1 sentimeter. Itu menghasilkan waktu difusi 3.000 sampai 30.000 tahun.

Masalahnya, menurut Mitalas dan Sills, nilai itu tidak memperhitungkan kepadatan yang jauh lebih tinggi di lapisan dalam bintang.

Oke, kita kembali ke pesta.

Kamu sudah meninggalkan rumah dan berjalan ke mobil yang diparkir di pinggir jalan.

Seorang ilmuwan cuma melihat bagian akhir perjalananmu. Mengawasi dari seberang jalan, ia mengukur waktu yang kamu perlukan berjalan dari pintu depan ke mobil, lalu memakai kecepatan itu untuk memperkirakan berapa lama kamu berjalan dari sofa ke pintu.

Ilmuwan itu tidak memperhitungkan semua teman yang menghentikanmu di sepanjang jalan.

Saat para peneliti menghitung ulang panjang langkah menggunakan model realistis perubahan kepadatan Matahari, mereka menemukan bahwa panjang langkah kurang dari 0,1 sentimeter untuk lebih dari 50 persen radius Matahari.

Koreksi kecil itu memperpanjang waktu difusi foton dari puluhan ribu tahun menjadi sekitar 170.000 tahun.

Artikel terkait: Pergeseran Tersembunyi di Dalam Matahari Bisa Membantu Menjelaskan Siklus Matahari yang Lemah

Begitu akhirnya kamu mencapai mobil, pulang jadi gampang. Kamu tinggal tancap gas.

Kurang lebih begitu yang terjadi pada cahaya Matahari.

Begitu energi akhirnya mencapai permukaan Matahari, sudah tidak ada miliaran partikel yang menghalangi jalannya. Energi melesat melewati ruang hampa, menempuh sisa 150 juta kilometer ke Bumi hanya dalam waktu sekitar 8 menit.

Jadi, lain kali kamu mendongakkan wajah ke hangatnya Matahari, sempatkan berpikir betapa lama energi itu menempuh perjalanan sampai ke kamu.

Kemungkinan besar perjalanannya dimulai sebelum bangsa Mesir kuno mulai membangun piramida – dan mungkin bahkan sebelum dimulainya Zaman Es terakhir.

Artikel ini diperiksa faktanya oleh Michael Irving dan disunting oleh Rebecca Dyer. Meskipun kami bangga dengan proses kami, kami hanya manusia. Kalau kamu menemukan kesalahan, tolong beri tahu kami.

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/the-sunlight-on-your-face-took-8-minutes-to-reach-earth-but-first-it-spent-170000-years-escaping-the-sun

Share this post

July 23, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?