Lula Brasil Sebut Perang Gaza “Genosida Terencana” Oleh Israel

June 6, 2025

2 menit teks

Lula mengkritik Israel saat berkunjung ke Paris, sementara Menteri Luar Negeri Jerman menyuarakan kritik langka terhadap serangan di Gaza dan permukiman Tepi Barat.

Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva menuduh Israel melakukan “genosida yang direncanakan” di Gaza saat berkunjung ke Paris. Tuduhan ini muncul di tengah laporan bahwa militer Israel telah menewaskan sedikitnya 52 orang dalam serangan terbaru di wilayah pesisir yang terkepung itu, di mana blokade yang melumpuhkan memicu kelaparan.

“Apa yang terjadi di Gaza bukanlah perang. Ini adalah genosida yang dilakukan oleh tentara yang sangat terlatih terhadap wanita dan anak-anak,” kata Lula dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris pada hari Kamis.

“[Ini adalah] genosida yang direncanakan dari pemerintahan sayap kanan yang melakukan perang, termasuk melawan kepentingan rakyatnya sendiri,” katanya mengenai serangan Israel selama 20 bulan, yang sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 54.607 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan di wilayah tersebut.

Setidaknya 52 orang tewas pada hari Kamis, termasuk wanita dan anak-anak, menurut sumber medis yang berbicara kepada Al Jazeera, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang insiden mematikan di lokasi distribusi bantuan yang dikelola oleh Gaza Humanitarian Foundation yang kontroversial sejak minggu lalu.

Meskipun Lula sebelumnya telah menggunakan istilah “genosida” untuk menggambarkan tindakan Israel di Gaza, Macron menahan diri untuk memberikan penilaian, dengan mengatakan bulan lalu bahwa itu bukan tugas “pemimpin politik untuk menggunakan istilah tersebut, tetapi tugas sejarawan untuk melakukannya ketika saatnya tiba”.

Kecaman pemimpin Brazil terhadap serangan Israel datang ketika Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan kepada rekannya dari Israel, Gideon Saar, untuk mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah tersebut sesuai dengan “hukum internasional yang berlaku”.

Minggu lalu, Wadephul mengatakan Jerman sedang menilai “apakah apa yang terjadi di Gaza sesuai dengan hukum internasional” dan bahwa penjualan senjata ke Israel akan dievaluasi berdasarkan hal ini.

Wadephul juga mengatakan dia “khawatir tentang situasi yang sangat tegang di Tepi Barat”, mengecam pengumuman pemerintah Israel bahwa mereka akan mengizinkan 22 permukiman lagi di wilayah yang diduduki tersebut, dengan mengatakan hal itu semakin mengancam solusi dua negara.

Pada hari Kamis, Raja Abdullah dari Yordania memuji Spanyol karena mengakui Palestina dan menyerukan diakhirinya perang di Gaza saat bertemu dengan Raja Felipe di Madrid. Dia mengatakan upaya sedang dilakukan untuk mendapatkan dukungan Eropa.

Kantor berita Yordania Petra mengutipnya yang mengatakan bahwa upaya sedang dilakukan untuk memanfaatkan dukungan Eropa untuk rencana Arab membangun kembali Gaza tanpa menggusur penduduknya, seperti yang diancam oleh Presiden AS Donald Trump tahun ini.

(KoranPost)

Sumber: www.aljazeera.com
https://www.aljazeera.com/news/2025/6/5/premeditated-genocide-brazils-lula-slams-israel-over-gaza

Share this post

June 6, 2025

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?