Guru dan Madrasah: Kunci Sukses Inovasi Pembelajaran di Era AI

March 26, 2026

3 menit teks

Jakarta, NU Online

Transformasi pendidikan sering dimulai dari ruang kelas, dari seorang guru yang mau mencoba cara baru. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), beberapa pendidik dan institusi pendidikan di Indonesia mulai membuktikan bahwa teknologi bukan hanya alat bantu, tetapi mitra untuk menciptakan pembelajaran yang lebih hidup, relevan, dan bermakna.

Melalui Program AI Teaching Power Batch 2, kisah inspiratif ini tercermin dari terpilihnya Teacher of the Batch dan School of the Batch. Keduanya menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran bisa tumbuh dari individu dan juga diperkuat oleh ekosistem pendidikan yang kolaboratif.

Di Madrasah Aliyah Negeri Palangkaraya, seorang guru matematika, Ning Sandri Utami, menghadapi tantangan yang umum bagi banyak pendidik saat ini: karakteristik Generasi Z yang memiliki perhatian lebih pendek, sangat dekat dengan teknologi, dan cepat bosan dengan metode pembelajaran lama.

Sebagai pengajar di satu-satunya madrasah aliyah negeri di kotanya, Ning sadar bahwa pembelajaran matematika tidak bisa lagi mengandalkan cara lama. Ia berusaha menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, visual, dan relevan bagi siswanya.

Perubahan besar mulai terjadi ketika Ning mengikuti Program AI Teaching Power. Sebelumnya, ia sering kesulitan menuangkan ide kreatif ke dalam rencana pembelajaran yang tersusun rapi. Gagasan yang muncul sering terasa belum terstruktur dan membutuhkan waktu lama untuk menjadi modul ajar yang lengkap.

Melalui pelatihan itu, pandangannya terhadap AI berubah. AI tidak lagi dipandang hanya sebagai alat pembuat dokumen, tetapi sebagai mitra berpikir yang membantu merapikan ide, menyusun alur pembelajaran, dan memperkaya proses mengajar.

Tujuan penting terjadi ketika Ning menggabungkan Microsoft Copilot dengan GeoGebra dalam pembelajaran geometri. Copilot membantu siswa memahami konsep dan merumuskan pertanyaan secara tulisan, sementara GeoGebra menghadirkan gambar langsung dari konsep matematika tersebut.

Pendekatan ini mengubah suasana kelas secara besar. Siswa tidak lagi hanya menghafal rumus, tetapi diajak untuk bertanya, mencoba, dan membuktikan konsep secara visual. Matematika yang sebelumnya terasa sulit dipahami menjadi lebih nyata dan mudah dimengerti.

Dampaknya pun terlihat jelas. Kelas yang dulunya cenderung diam berubah menjadi lebih aktif. Siswa mulai terbiasa mengajukan pertanyaan penting dan tidak hanya fokus pada jawaban cepat, tetapi juga memahami cara berpikir di baliknya.

Pendekatan campuran antara Copilot dan GeoGebra yang dibuat Ning tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelasnya, tetapi juga menjadi praktik baik yang bisa digunakan di sekolah dan madrasah lain. Atas inovasi itu, Ning Sandri Utami ditetapkan sebagai Teacher of the Batch AI Teaching Power Batch 2.

“Kami ingin memastikan bahwa AI tidak sekadar menjadi alat yang mempercepat pekerjaan, tetapi juga membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan bagi siswa,” ujar Nailul, Project Officer Program AI Teaching Power.

Jika pada level individu terjadi perubahan besar, perubahan yang lebih luas juga terlihat di MTsN 4 Karawang. Madrasah ini ditetapkan sebagai School of the Batch AI Teaching Power Batch 2 karena tingginya partisipasi, kesiapan ekosistem pembelajaran, serta komitmen kuat dalam menggunakan AI secara kolaboratif dan bertanggung jawab.

Semangat para guru terlihat dari keterlibatan aktif dalam berbagai workshop, baik secara daring maupun campuran. Sebagian guru mengikuti pelatihan di aula madrasah, sementara yang lain tetap berpartisipasi di sela-sela kegiatan mengajar.

Partisipasi yang hampir seluruhnya ini menunjukkan bahwa transformasi digital di MTsN 4 Karawang bukan hanya inisiatif individu, tetapi gerakan bersama.

Sebelum mengikuti program, sebagian guru sebenarnya sudah mengenal AI untuk kebutuhan dasar seperti menyusun bahan ajar. Tetapi melalui AI Teaching Power, penggunaannya menjadi lebih terarah dengan adanya Microsoft Copilot sebagai platform yang aman dan relevan.

Berbagai inovasi pun lahir di ruang kelas. Guru Bahasa Indonesia menggunakan AI untuk membantu siswa mengembangkan ide cerita. Guru IPS menggunakannya untuk membuat gambar peta dan menjelajah “keliling dunia” secara digital. Sementara guru matematika mengembangkan variasi soal dan penilaian pembelajaran.

Yang menarik, penggunaan AI tetap dilakukan dengan bijak. Teknologi tidak dijadikan alat untuk memberikan jawaban instan, tetapi sebagai pemantik ide dan sarana untuk mencoba hal baru.

Madrasah juga menerapkan aturan terkait penggunaan gawai. Perangkat hanya digunakan pada jam pelajaran tertentu dan dikumpulkan kembali setelahnya. Cara ini menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dengan nilai kedisiplinan, akhlak, dan karakter.

Program AI Teaching Power mendapat sambutan baik dari para guru di MTsN 4 Karawang, dengan tingkat kepuasan mencapai sekitar 95 persen. Selain memperkaya pengetahuan tentang cara mengajar, program ini juga membantu mempercepat adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Kisah Ning Sandri Utami dan MTsN 4 Karawang menegaskan satu hal: transformasi pendidikan di era AI tidak harus meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan. Sebaliknya, teknologi bisa menjadi alat yang memperkuat peran guru, bukan menggantikannya.

Melalui pendekatan yang kreatif, penuh pemikiran, dan bertanggung jawab, AI bisa menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan bagi generasi sekarang tanpa mengabaikan tujuan utama pendidikan, yaitu membangun pemahaman, karakter, dan kemampuan berpikir siswa.

Program AI Teaching Power Batch 2 pun menjadi bukti bahwa ketika guru diberi ruang untuk belajar, mencoba, dan bekerja sama, transformasi pendidikan bukan lagi hanya omongan, tetapi kenyataan yang tumbuh dari ruang kelas hingga ekosistem sekolah.

(KoranPost)

Sumber: www.nu.or.id
https://www.nu.or.id/nasional/ketika-guru-dan-madrasah-berani-berinovasi-di-era-ai-pembelajaran-kian-bermakna-xLi8v

Share this post

March 26, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?