NEW YORK (AP) – Para ilmuwan berhasil mengamati dua paus bungkuk yang memecahkan rekor secara terpisah dengan berenang melintasi jarak super jauh antara Australia dan Brasil.
Kedua paus ini berhasil diidentifikasi melalui tanda khas di ekornya di dua lokasi berbeda yang berjarak sekitar 14.500 kilometer.
Uniknya, mereka berenang berlawanan arah dan menempuh jarak yang lebih jauh dari paus bungkuk mana pun yang pernah diketahui sebelumnya.
“Ini adalah peristiwa yang sangat langka, tapi juga bukti yang luar biasa tentang seberapa luas jelajah hewan-hewan ini,” ujar Phillip Clapham, mantan kepala program penelitian paus NOAA yang tidak terlibat dalam temuan terbaru ini.
Paus bungkuk memang terkenal sebagai hewan yang suka berenang jauh melintasi samudra besar dengan pola yang cukup bisa ditebak.
Biasanya, mereka mengikuti rute migrasi yang sudah mereka pelajari dari induknya.
Di bulan-bulan hangat, mereka makan krill dan ikan kecil, lalu berkembang biak di perairan tropis saat musim dingin.
Nah, melacak pergerakan makhluk yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di bawah air itu memang nggak gampang.
Dalam studi baru ini, para ilmuwan menganalisis lebih dari 19.000 foto paus yang diambil selama empat dekade terakhir oleh kelompok peneliti dan warga (citizen scientists).
Mereka dibantu oleh software pengenalan yang bisa mengidentifikasi paus berdasarkan pola warna dan tepian ekor yang bergerigi.
Dari situ, para peneliti menemukan dua paus yang berbeda di lokasi perkembangbiakan di Australia Timur dan Brasil selama bertahun-tahun, yang mengindikasikan kalau mereka berenang melintasi dari satu tempat ke tempat lain.
Satu paus bahkan berenang sejauh lebih dari 15.000 kilometer!
Jarak ini berhasil mengalahkan pemegang rekor sebelumnya, termasuk seekor paus bungkuk yang berenang dari Kolombia ke Zanzibar.
Karena foto hanya menunjukkan paus di awal dan akhir perjalanan mereka, peneliti belum tahu persis rute mana yang mereka ambil.
Paus biasanya nggak berpindah-pindah antar lokasi kawin, jadi masih jadi misteri kenapa dua paus ini jalan sendiri secara terpisah.

Mungkin saja mereka bertemu paus lain di area mencari makan yang sama, lalu memutuskan berpisah alih-alih kembali ke tempat asal mereka, ujar Stephanie Stack, penulis studi dari Pacific Whale Foundation, melalui email.
“Menemukan bukan cuma satu, tapi dua individu yang menyeberang antara Australia dan Brasil ini mematahkan apa yang selama ini kita pikirkan tentang seberapa terpisahnya populasi mereka,” tambah Stack.
Petualangan sejauh ini tentu lebih sulit dilakukan paus di Belahan Bumi Utara, karena benua besar menghalangi perjalanan melintasi samudra.
Para ilmuwan mengatakan, perjalanan rekor ini benar-benar menunjukkan seberapa jauh jangkauan paus bungkuk.
Terkait: Ilmuwan Menemukan Pola Mirip Ucapan Manusia pada Suara Klik Paus Sperma
Metode ini juga bisa membantu memantau mereka seiring pemanasan lautan akibat perubahan iklim, yang mungkin akan mengubah habitat krill dan menentukan ke mana paus bungkuk akan pergi untuk makan dan berkembang biak.
Temuan ini dipublikasikan pada hari Selasa di jurnal Royal Society Open Science.
(KoranPost)
Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/two-whales-just-broke-a-migration-record-scientists-didnt-expect
















