Fenomena Langka: Meteor Hijau Terlihat Melintas di Atas Erupsi Gunung Mayon

May 28, 2026

2 menit teks

Jarang banget nih ada kejadian di mana planet kita “meletus” dari dalam tanah, terus tiba-tiba ada sesuatu dari langit yang muncul di tempat dan waktu yang sama.

Minggu ini, pas aliran lava merah panas lagi turun deras di lereng Gunung Mayon di Filipina—salah satu gunung berapi paling aktif di dunia—langit malam seolah ikut bereaksi.

Tiba-tiba saja, atmosfer Bumi mengeluarkan bola api berwarna hijau terang yang melesat di langit dan terlihat seolah menabrak sisi gunung berapi tersebut.

Momen yang bikin merinding ini terekam lewat siaran langsung, CCTV, dan kamera dasbor dari beberapa mobil yang lewat di sekitar sana.

Badan Antariksa Filipina menyebut benda itu sebagai “diduga meteor”.

Para ahli setempat sudah memeriksa semua rekaman video, data seismik, dan gelombang suara. Hasilnya? Apa pun benda bercahaya itu, kemungkinan besar ia tidak benar-benar menabrak Bumi.

Sebagian besar benda itu kemungkinan sudah habis terbakar sebelum sampai ke tanah. Kalau saja bola api itu benar-benar menabrak gunung, pasti sudah memicu longsor batu besar.

Intinya, atmosfer Bumi kita berhasil “mengunyah” objek luar angkasa itu dan memuntahkannya kembali.

Sementara itu, tepat di bawahnya, perut Bumi lagi sibuk memuntahkan lava merah yang menyala.

Menurut Badan Informasi Filipina, kejadian langka ini bikin warga yang melihatnya pada Senin malam jadi “kaget” dan “terpana”.

Pemerintah setempat merilis pernyataan bahwa seorang astronom amatir menghitung energi meteor tersebut setara dengan 6,8 juta kilogram bubuk mesiu.

Walaupun banyak ilmuwan menggunakan warna bola api untuk menebak komposisinya, ada juga yang berpendapat bahwa warna itu lebih dipengaruhi oleh kondisi atmosfer atau bahkan setelan kameranya, bukan cuma dari objeknya sendiri.

Apa pun benda ini, sepertinya bukan sampah antariksa. Objek buatan manusia biasanya bakal meninggalkan jejak puing-puing yang berantakan, sedangkan meteor yang lebih padat biasanya melesat lurus menembus atmosfer Bumi.

Pemandangan langka ini memang terasa luar biasa bagi kita sekarang, tapi ini cuma cuplikan kecil dari betapa “liarnya” sejarah planet kita dulu.

Lebih dari 4 miliar tahun lalu, Bumi masih sangat panas dengan aktivitas vulkanik dan terus-menerus dihujani objek berbatu saat Tata Surya kita baru terbentuk.

Bola api yang melesat di dekat gunung berapi di Filipina ini rasanya seperti gema kecil dari masa-masa yang lebih kacau saat itu.

Contohnya saja peristiwa kepunahan dinosaurus. Sekitar 66 juta tahun lalu, saat dinosaurus masih menguasai Bumi, para ilmuwan memperkirakan banyak gunung berapi yang aktif dan menyemburkan batu cair serta abu ke seluruh dunia.

Saat asteroid raksasa yang memusnahkan sebagian besar dinosaurus menabrak Bumi, hujan bola api kemungkinan besar terjadi di seluruh langit.

Coba deh bayangkan kejadian itu, kalau saja rekaman video modern ini dikalikan dengan skala yang jauh lebih besar dan mengerikan.

Untungnya, meteor yang terbakar di atas Filipina tadi ukurannya sangat kecil kalau dibandingkan dengan masa lalu.

Para ilmuwan terus memantau ancaman asteroid yang lebih besar, tapi setiap harinya, kita bisa bernapas lega karena diperkirakan ada 25 juta meteor yang berhasil “dijinakkan” oleh atmosfer kita.

Baca juga: Simulasi Menunjukkan Menghancurkan Asteroid dengan Nuklir Mungkin Aman Dilakukan

Letusan gunung berapi mungkin bikin kita takjub, tapi di sisi lain, melihat bola api di langit harusnya bikin kita merasa bersyukur.

Kita sebenarnya terlindungi di atas bola batu raksasa yang membara ini—setidaknya, sampai batas tertentu…

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/a-dazzling-meteor-just-video-bombed-a-volcanic-eruption

Share this post

May 28, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?