Fosil Misterius di Museum Ternyata Predator Purba Raksasa: Mengenal Tylosaurus Rex

May 24, 2026

3 menit teks

Ada predator purba yang keganasannya menyaingi dinosaurus paling menakutkan, ternyata selama ini tersembunyi di dalam koleksi museum.

Kalau bicara soal teror zaman Kapur, Tyrannosaurus rex memang juaranya. Tapi sekarang, para paleontolog baru saja menemukan mosasaurus yang ukurannya setara dengan T. rex dan memegang posisi puncak rantai makanan di lautan sekitar 80 juta tahun yang lalu.

Nama makhluk ini adalah Tylosaurus rex, atau “raja dari para tylosaurus”. Yang bikin makin seru: ternyata selama ini fosil-fosil yang dianggap sebagai spesies mosasaurus lain, sebenarnya adalah raksasa yang satu ini!


Panjangnya mencapai 13,2 meter, dan kerusakan pada salah satu fosilnya menunjukkan kalau mereka sering terlibat pertarungan brutal dengan sesamanya.

“Selain ukurannya yang masif—kira-kira dua kali lipat panjang hiu putih besar terbesar—Tylosaurus rex (T. rex) tampaknya jauh lebih ganas dibanding mosasaurus lainnya,” kata paleontolog Ron Tykoski, kurator paleontologi vertebrata di Perot Museum, AS.

“Dari penelitian kami pada fosil-fosil yang terawat baik di wilayah Texas utara, kami menemukan bukti kekerasan di dalam spesies ini yang tingkatnya belum pernah terlihat pada spesimen Tylosaurus lainnya.”

Di akhir zaman Kapur, mosasaurus jadi penguasa lautan. Bayangkan saja kadal laut raksasa yang merupakan gabungan antara buaya air asin, komodo, dan paus orca—tapi dengan panjang dua kali lipat dari ukuran mereka saat ini.

Kita tahu banyak tentang mosasaurus karena mereka hidup di air, tempat terbaik untuk menjaga fosil tetap utuh. Hewan yang mati akan tenggelam ke dasar dan terkubur lumpur.

Rekonstruksi wujud Tylosaurus rex saat masih hidup. (Courtesy of Alderon Games – Path of Titans)

Kombinasi minim oksigen dan sedikitnya gangguan dari pemakan bangkai membuat sisa-sisa tubuh mereka bisa terfosilisasi dengan sempurna.

Ada faktor keberuntungan juga. Dulu, Amerika Utara terbelah oleh laut pedalaman dangkal yang kini sudah kering, membuat fosil-fosil ini lebih mudah ditemukan di daratan.

Karena itulah, banyak koleksi mosasaurus tersimpan di museum di seluruh dunia. Museum di Amerika saja punya ratusan spesimen tylosaurus.

Peta laut dangkal yang dulu menutupi Amerika Utara. (The Cretaceous Atlas of Ancient Life, CC BY-NC-SA 4.0)

Spesimen yang digunakan untuk mendeskripsikan spesies baru T. rex ini sebenarnya ditemukan hampir 50 tahun lalu, tepatnya pada 1979 di Texas.

Selama ini, fosil tersebut tersimpan di Perot Museum of Nature and Science dan salah diklasifikasikan sebagai Tylosaurus proriger, atau yang sering disebut “Heath Mosasaur”.

Paleontolog Amelia Zietlow dari American Museum of Natural History mulai curiga saat meneliti fosil ini untuk program PhD-nya.

Ciri fisik kerangka yang hampir lengkap itu ternyata tidak cocok dengan deskripsi T. proriger. Peneliti sebelumnya mengira perbedaan itu muncul karena usia, tapi setelah diteliti lebih dalam, Zietlow sadar bahwa itu adalah spesies yang berbeda.

Perbedaan paling mencolok ada pada bagian tengkorak, rahang, mulut, dan gigi.

Tengkorak spesimen holotipe Tylosaurus rex. (Zietlow et al., Bull. Am. Mus. Nat. Hist., 2026)

Rahang dan lehernya sangat kuat, menjadikannya predator yang mematikan. Giginya bergerigi halus—ciri yang jarang ditemukan pada mosasaurus—yang memungkinkan T. rex untuk merobek mangsanya dengan mudah.

Tim peneliti kemudian memeriksa kembali spesimen besar lain yang diklasifikasikan sebagai T. proriger, dan menemukan total 12 spesimen yang ternyata adalah T. rex.

Salah satunya, yang dijuluki “Black Knight”, punya kerusakan parah di moncong dan rahangnya. Peneliti yakin kerusakan itu disebabkan oleh gigitan T. rex lainnya. Jadi, hanya sesama T. rex yang sanggup melukai mereka separah itu.

Beberapa mosasaurus terkenal lainnya kini juga diklasifikasikan ulang sebagai T. rex, termasuk “Bunker” yang ditemukan tahun 1911 dan “Sophie” yang dipamerkan di Yale Peabody Museum.

Penemuan ini juga membantu meluruskan pohon keluarga mosasaurus. T. proriger asli biasanya ditemukan di Kansas (sekitar 84 juta tahun lalu), sedangkan T. rex lebih banyak ditemukan di Texas dan muncul sekitar 4 juta tahun setelahnya.

Ini membuktikan bahwa mungkin masih banyak spesies purba yang belum terungkap di museum, hanya karena kita terlalu terpaku pada asumsi lama.

“Penemuan ini bukan sekadar memberi nama spesies baru,” kata Zietlow. “Ini menunjukkan pentingnya meninjau kembali asumsi lama tentang evolusi mosasaurus dan memperbarui alat yang kita gunakan untuk mempelajari reptil laut ikonik ini.”

Penelitian ini telah dipublikasikan di Bulletin of the American Museum of Natural History.

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/fossil-kept-in-a-museum-for-decades-turns-out-to-be-a-fearsome-new-predator

Share this post

May 24, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?