Ilmuwan Mengungkap Misteri ‘Kantong Semu’ Echidna: Peran Penting dalam Kehidupan Puggle

June 4, 2025

3 menit teks

Landak berduri, agak sombong, dan aneh, echidna adalah salah satu hewan paling unik di Australia. Mereka termasuk mamalia, artinya mereka menyusui anak-anaknya, tapi ini terjadi setelah si puggle (begitu sebutan untuk bayi echidna) menetas dari telur.

Nah, para ahli biologi dari University of Adelaide di Australia baru-baru ini mengulik lebih dalam tentang apa yang terjadi di dalam ‘kantong semu’ milik echidna moncong pendek (Tachyglossus aculeatus) saat mereka membesarkan anak-anaknya.

Echidna memang tidak punya kantong sungguhan, tapi mereka tetap bisa menggendong puggle kecilnya di perut. (Freya Stromsvag/Taronga Zoo Sydney)

Echidna betina, nggak seperti kebanyakan marsupial Australia lainnya yang punya kantong permanen lengkap dengan puting susu buat menyusui, melindungi, dan menggendong anak-anaknya di awal kehidupan.

Echidna nggak punya kantong asli. Gantinya, mereka membentuk semacam ‘kantong semu’ dengan mengencangkan otot perut mereka. Ini cara unik mereka menyembunyikan bayinya saat si bayi menyusu.

“Si puggle menggesek-gesekkan moncongnya ke bagian kantong semu yang disebut ‘milk patch’ atau area susu. Ini bikin susu keluar dari kulit, mirip kayak kelenjar keringat atau kelenjar minyak,” jelas ahli biologi Isabella Wilson dari University of Adelaide.

Sebagai salah satu dari dua jenis monotremata (satunya lagi platipus), echidna bertelur satu butir, nggak melahirkan anak hidup. Induk echidna membawa telur ini di kantong semunya selama minimal 10 hari sebelum menetas jadi bayi echidna kecil, pink, dan mirip kacang jeli.

Seperti yang kamu lihat, saat itu ukurannya sangat kecil dan sangat nggak berdaya. Dan durinya, syukurlah, baru tumbuh saat si puggle sudah jauh lebih besar (kira-kira pas induknya udah nggak menggendongnya lagi).

a tiny pink fleshy echidna puggle emerges from a crumpled, once-spherical white but dirty egg. the egg is on a background of dense wiry black hair.
Bayi echidna puggle yang baru menetas dari telurnya, masuk ke dalam kantong semu induknya. (Peggy Rismiller dan Michael McKelvey)

Seperti bagian tubuh hewan lainnya, kantong semu echidna punya mikrobioma khusus yang terdiri dari bakteri dan mikroba lainnya. Karena puggle menetas dari telur, mereka nggak punya kesempatan buat mendapatkan mikrobioma induknya dari saluran vagina, seperti mamalia lain saat lahir.

Ini artinya, ekosistem kantong semu adalah tempat pertama kali si puggle, yang belum punya sistem kekebalan tubuh yang berfungsi, bertemu dengan bakteri dan patogen lainnya. Tapi, masih sedikit yang tahu bagaimana cara kerjanya.

Untuk memahami ini lebih baik, para ahli biologi mengumpulkan sampel mikrobioma kantong semu dengan mengambil usapan dari 22 echidna yang berbeda pada tahap siklus reproduksi yang berbeda. Ada yang hewan hidup di Kebun Binatang Taronga, dan ada juga echidna liar yang mati tertabrak di Pulau Kangaroo dan sekitar Adelaide Hills.

Para ahli biologi mengambil sampel dari echidna selama dan di luar musim kawin, serta dari echidna yang sedang menyusui.

“Selama menyusui, komunitas mikroba di kantong semu menunjukkan perbedaan komposisi yang signifikan dibandingkan dengan sampel yang diambil di luar musim kawin atau selama masa pacaran dan kawin,” kata Wilson mengatakan.

“Ini menunjukkan bahwa lingkungan kantong semu echidna berubah selama masa menyusui untuk mengakomodasi anak yang nggak punya sistem kekebalan adaptif yang berfungsi.”

Filum bakteri Firmicutes jadi lebih dominan di kantong semu echidna yang menyusui, sementara jumlah Bdellovibrionota dan Verrucomicrobiota menurun.

Pada echidna yang menyusui, kelimpahan relatif lebih dari separuh genus bakteri yang ditemukan di kantong semu echidna berkurang, ini menunjukkan ada sesuatu yang membunuh mereka.

an echidna puggle with soft brown fur and no spikes yet, nursed in the palm of a zookeeper's hand. the zookeeper is dispensing milk using a dropper.
Seperti bayi mamalia lainnya, puggle bertahan hidup dari susu induknya. Yang satu ini diselamatkan dan dibesarkan oleh penjaga kebun binatang di Kebun Binatang Taronga. (Jenny Evans/Stringer/Getty Images)

Wilson dan timnya juga menemukan bahwa pada echidna yang tidak menyusui, mikrobioma kantong semu secara fungsional sama, terlepas dari apakah itu musim kawin atau tidak, atau apakah mereka liar atau ditangkarkan. Ini menunjukkan bahwa faktor ini bukan penyebab tingkat kelangsungan hidup bayi yang ditangkarkan relatif rendah.

“Kami terkejut nggak menemukan perbedaan besar di kantong semu antara hewan yang dikelola kebun binatang dan hewan liar. Ini menunjukkan kepada kami bahwa susu, bukan faktor lingkungan eksternal seperti penangkaran, yang terutama membentuk lanskap bakteri di kantong semu,” kata Wilson mengatakan.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana susu echidna mengubah mikrobioma kantong semu pada tingkat molekuler, dan bagaimana para ahli biologi, kebun binatang, dan perawat satwa liar bisa menggunakan semua informasi ini untuk mendukung perkembangbiakan echidna dengan lebih baik.

Penelitian ini diterbitkan di FEMS Microbiology Ecology.

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/scientists-peered-inside-the-echidnas-mysterious-pseudo-pouch

Share this post

June 4, 2025

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?