Ilmuwan Pecahkan Meteorit Mars dan Temukan Kejutan Besar

June 18, 2026

3 menit teks

Membelah meteorit yang jatuh ke Bumi dari Mars ternyata memberikan kejutan yang tidak terduga.

Tersembunyi di dalam serpihan batu, para ilmuwan menemukan beberapa butir garnet—mineral yang belum pernah ditemukan sebelumnya dalam sampel Mars.

Butiran mungil ini memunculkan pertanyaan-pertanyaan besar.

Di Bumi, garnet sering terbentuk lewat kondisi yang melibatkan panas tinggi, tekanan besar, atau perubahan kimia. Kondisi yang tepat untuk menghasilkan garnet belum pernah teridentifikasi di Mars.

Jadi, meteorit yang tersimpan di koleksi Royal Ontario Museum ini harus memberikan penjelasan.

Apakah garnet di dalamnya terbentuk di Mars? Kalau iya, proses apa yang menghasilkannya, dan kapan?

Kalau bukan dari Mars, dari mana asalnya, dan bagaimana bisa sampai ke Planet Merah itu?

“Temuan ini akan memperluas pengetahuan kita tentang proses geologi yang mungkin terjadi di planet ini,” kata Tanya Kizovski, ahli geologi planet dari Brock University di Kanada.

“Jenis batuan baru yang mengandung garnet ini bisa memberi kita petunjuk tentang bagaimana Mars berubah sepanjang sejarahnya, serta wawasan baru tentang lingkungan purba yang mungkin membentuk garnet dan mineral terkait.”

Saat kita membayangkan garnet, biasanya kita memikirkan mineral berharga dengan warna merah darah yang pekat.

Versi Mars-nya sama sekali tidak terlihat seperti itu.

Seperti banyak mineral lain, garnet tidak selalu tampil sesuai ekspektasi. Khususnya, satu jenis garnet kaya zat besi yang disebut andradit sering punya warna kuning kehijauan yang sangat mirip dengan mineral lain yang biasa ditemukan di meteorit, sehingga tidak mencolok dengan cara yang sama.

Andradit bisa punya warna zaitun. (Robert M. Lavinsky/iRocks.com, CC-BY-SA-3.0)

Karena alasan inilah para peneliti hampir melewatkan temuan mereka.

“Bagian kecil meteorit ini terlihat sangat menarik, dan komposisi kimianya agak aneh,” ujar Kizovski.

“Awalnya kami mengira itu mineral bernama piroksen, yang sangat umum, tetapi kemudian kami memutuskan untuk melihatnya lagi.”

Analisis lanjutan itu mengonfirmasi bahwa mineral tersebut adalah andradit. Hanya beberapa butir ditemukan dalam serpihan batu mungil berukuran sekitar 0,8 kali 0,5 milimeter—lebih kecil dari biji opium.

Peta kimia fragmen batu meteorit yang mengandung garnet
Peta kimia fragmen yang mengandung garnet. (Kizovski dkk., Geochem. Perspect. Lett., 2026)

Meteorit yang diberi nama NWA 8171 ini memang sudah jadi perhatian besar para ilmuwan planet.

Meteorit ini terdiri dari basaltik breksi—sejenis batuan yang terbentuk saat magma mendingin dan mengeras di sekitar gumpalan mineral lain.

Komposisinya mirip kue buah: basal sebagai adonan kue, dan inklusi mineral lain adalah potongan buah serta kacangnya.

Dari basal dan inklusinya, NWA 8171 bisa bercerita banyak tentang geologi Mars, mulai dari aliran magma purba hingga informasi apa pun yang mungkin tersimpan di dalam butiran mineral tersebut.

Inilah yang membuat penemuan garnet di NWA 8171 begitu menarik—sebab mineral ini merupakan pencerita yang luar biasa.

Garnet menyimpan rekaman kondisi geologi masa lalu dengan sangat baik, mempertahankan potret unik dari suhu dan tekanan saat mereka terbentuk. Mineral ini juga bisa digunakan untuk menentukan kapan kondisi itu terjadi, dan sering mengandung jejak mineral lain yang bisa mengungkap kimia lingkungan pembentukannya.

Para peneliti belum tahu seperti apa lingkungan pembentukan itu, apakah melibatkan jenis magma tak biasa yang belum pernah ditemukan di Mars, atau apakah prosesnya bersifat metamorf.

“Garnet adalah contoh klasik mineral yang sering ditemukan di batuan metamorf di Bumi. Proses metamorfisme mengubah batuan beku atau sedimen menjadi bentuk baru lewat paparan panas ekstrem, tekanan tinggi, atau cairan panas,” Kizovski menjelaskan.

“Di Mars, panas dan tekanan yang dibutuhkan untuk menghasilkan garnet lewat metamorfisme bisa berasal dari hantaman meteorit ke permukaan Mars, naiknya magma ke kerak Mars, atau kombinasi keduanya.”

Berlangganan newsletter ScienceAlert gratis yang terverifikasi fakta

Para peneliti juga belum bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa garnet ini tidak terbentuk di Mars.

Terkait: Curiosity Membelah Batu di Mars dan Menemukan Kejutan Besar

Beberapa ciri kimia dari fragmen yang mengandung garnet ini terlihat seperti khas Mars.

Tapi karena NWA 8171 adalah breksi yang mengandung berbagai jenis material, masih mungkin secara teoretis fragmen itu berasal dari tempat lain dan mendarat di Mars sebelum akhirnya tergabung dalam breksi.

Untuk menyelidikinya, langkah selanjutnya adalah melihat rasio isotop di mineral tersebut. Jika rasionya mirip dengan rasio isotop di mineral Mars lainnya, itu akan menunjukkan bahwa garnet terbentuk di sana—yang pada akhirnya akan memberi cahaya baru pada sejarah geologi dalam planet merah.

“Temuan ini menambah dimensi baru yang mencolok pada pemahaman kita tentang geologi Mars,” kata James Darling, ilmuwan planet dari University of Portsmouth di Inggris, “dan membuka jendela baru yang menarik ke dalam evolusi tetangga planet kita.”

Temuan ini telah dirinci di Geochemical Perspectives Letters.

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/scientists-cracked-open-a-mars-meteorite-and-found-a-big-surprise

Share this post

June 18, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?