Kota Corpus Christi Texas Hampir Kehabisan Air: Krisis Akibat Industri Dan Kekeringan Ekstrem

July 25, 2026

3 menit teks

Rasanya sulit dipercaya, meskipun kamu sudah tahu bahwa pasokan air dunia sedang dalam bahaya. Tapi kenyataannya, sebuah kota pesisir maju di Texas yang dihuni lebih dari 300.000 orang kini benar-benar terancam kehabisan air.

Kota itu bernama Corpus Christi. Setelah bertahun-tahun dihantui kekhawatiran soal kekurangan air, masalah ini akhirnya mencapai puncaknya.

Ada banyak faktor yang bercampur di sini. Tapi yang paling krusial mungkin adalah hadirnya proyek-proyek industri besar, yang muncul setelah terbukanya cadangan minyak dan gas raksasa berkat revolusi shale.

Satu kompleks pabrik kimia plastik yang dibangun tahun 2022, misalnya, menggunakan air untuk pendinginan setiap harinya setara dengan total pemakaian seluruh penduduk Corpus Christi.

Rencana pembangunan pabrik desalinasi air laut—yang diharapkan bisa meringankan tekanan akibat melonjaknya konsumsi air industri—nyatanya tak kunjung terwujud. Ini jelas memperparah masalah pasokan.

Belum lagi perubahan iklim. Texas dilanda serangkaian kekeringan bersejarah dalam beberapa tahun belakangan. Semua ini bermuara pada kelangkaan air yang jadi tumpuan hidup warga dan roda bisnis.

“Corpus Christi hampir kehabisan air, lebih dekat daripada kota lain mana pun di Amerika Serikat,” ujar Dylan Baddour, jurnalis Inside Climate News.

“Situasinya sudah cukup pulih sejak awal tahun ini, tapi stok air mereka saat ini hanya cukup untuk sekitar satu tahun. Itu sudah bisa dianggap darurat untuk kota mana pun.”

Tinggi muka air di Danau Corpus Christi, waduk terbesar kedua yang memasok kota. (Water Data for Texas)

Meski hujan yang turun selama tahun 2026 sedikit meredakan tekanan, level waduk masih sangat rendah. Tidak ada yang tahu sampai kapan situasi ini bisa bertahan.

Rencana pabrik desalinasi sendiri belum sepenuhnya dibuang.

Masih ada proposal untuk membangun fasilitas raksasa yang bisa menyaring garam dan kotoran dari air laut. Pabrik ini diperkirakan menghasilkan 378 juta liter (100 juta galon) air per hari—dua kali lipat kapasitas pabrik desalinasi terbesar di AS saat ini yang ada di San Diego.

Namun, pabrik ini sudah dibahas sejak 2017. Upaya untuk merealisasikannya tersangkut birokrasi dan pertanyaan soal pendanaan. Kabarnya, biaya pembangunannya menembus angka 6 miliar dolar AS.

“Bertahun-tahun dihabiskan dengan kebingungan. Ada yang berusaha mewujudkannya, ada pihak lain yang berusaha menghentikan. Sementara itu, air terus menipis,” kata Arcelia Martin, juga jurnalis Inside Climate News.

Pilihan lain yang dijajaki adalah sumur air tanah yang dibor jauh di bawah permukaan. Saat ini sudah memasok 12 juta galon per hari, tapi solusi ini juga rentan terhadap kekeringan. Rencana memakai air limbah untuk pendinginan industri juga sedang dieksplorasi, dan pasokannya dijadwalkan mulai online tahun ini.

Warga kota sudah menghadapi pembatasan menyiram taman atau mencuci mobil sejak Agustus 2024. Awalnya, tindakan darurat diperkirakan harus diberlakukan paling cepat Desember 2026.

Berkat hujan yang turun tahun ini, prediksi itu mundur ke September 2027. Tapi margin kesalahannya tetap sangat tipis. Pemerintah kota harus segera menemukan solusi atas masalah kelangkaan air ini.

Tindakan darurat bisa berupa ‘pemadaman air’ bergilir, di mana air hanya tersedia pada jam-jam tertentu. Namun, ini bukan solusi untuk keperluan industri. Kilang dan pabrik bisa terpaksa tutup, yang efek dominonya akan menghantam ekonomi dan komunitas.

Sayangnya, seperti sumber daya alam lainnya, kita sepertinya baru menghargai apa yang kita punya setelah nyaris kehabisan.

Terkait: Laporan PBB Peringatkan Akan Datangnya Jenis ‘Pandemi’ Lain yang Mengancam Dunia

“Apa yang ditunjukkan cerita ini adalah titik di mana kita mulai melihat seperti apa rasanya jika sebuah kota kehabisan air,” ungkap Baddour.

“Ini belum pernah benar-benar terjadi di sini, atau dalam skala besar di dunia, di era modern.”

“Kemungkinan-kemungkinan yang muncul sangatlah serius, dan itulah yang kita hadapi sekarang.”

Artikel ini telah dicek faktanya oleh Michael Irving dan disunting oleh Rebecca Dyer. Meskipun kami bangga dengan proses kami, kami hanya manusia biasa. Jika kamu menemukan kesalahan, tolong beri tahu kami.

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/tremendously-grave-the-first-us-city-is-on-track-to-run-out-of-water

Share this post

July 25, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?