Misteri Mikroskop Minggu Ini: Benda Mirip Kristal Es yang Ternyata Jamur Penghasil Spora

August 11, 2026

3 menit teks

Hal-hal yang biasa kita lihat sehari-hari bisa terlihat sangat aneh kalau diamati pakai mikroskop.

Setiap minggu di buletin kami, tim kami membagikan satu gambar mikroskopis yang bikin garuk-garuk kepala, lalu mengajak pembaca menebak benda apa sebenarnya yang ada di foto itu.

Nah, entah kenapa akhir pekan cepat banget berlalu dan sekarang kami kembali di meja kerja sambil mengernyitkan dahi menghadapi misteri mikroskop yang baru. Yuk, lihat apakah kamu bisa memecahkan teka-teki kali ini!

Spesimen minggu ini tampak seperti sesuatu yang tumbuh di kaca jendela saat musim dingin—cabang-cabang halus, setajam jarum, dengan manik-manik kecil bening di setiap ujungnya.

Menurutmu, benda apa yang sedang kamu lihat?

(USDA/Wikimedia Commons/Public Domain)

Awas, di bawah ini ada spoiler! Kamu sudah diperingatkan, ya.

Sebagai jeda visual—kalau kamu ketinggalan—ini dia gambar-gambar Matahari paling detail yang pernah diambil, dirilis minggu lalu.

Persempit pilihan…

Beberapa ide untuk mempersempit kira-kira gambar apakah ini:

a. Kristal embun beku yang terbentuk di kaca

b. Neuron yang bercabang-cabang

c. Jamur yang sedang menghasilkan spora

d. Rambut akar dari bibit tanaman

Kami tunjukkan lagi gambarnya sekali lagi, lalu jawabannya akan kami ungkap di bawah.

Happy Monday! Here's Your Weekly Microscope Mystery
(USDA/Wikimedia Commons/Public Domain)

Oke, sudah siap?

Benar-benar yakin?

Baiklah… ini dia.

Jawabannya

Jawabannya adalah C: jamur yang sedang menghasilkan spora.

Serius, beneran!

Batang-batang bercabang itu disebut konidiofor, dan bulatan-bulatan kecil bening yang muncul di ujungnya adalah konidia—spora yang dibuat tanpa proses kawin, alias salinan klon dari induk jamur, siap diterbangkan angin, air, atau serangga yang lewat untuk memulai koloni baru di tempat lain.

Setiap konidiofor terus bercabang dan mencabang lagi, menumbuhkan ujung-ujung penghasil spora baru seiring pertumbuhannya. Inilah kenapa keseluruhan struktur ini lebih mirip pohon atau pola kristal es ketimbang perlengkapan reproduksi organisme bersel satu.

Pola percabangan seperti ini, dengan spora yang berkumpul dalam semprotan longgar alih-alih rantai rapat, merupakan ciri khas Trichoderma—sejenis jamur yang bisa ditemukan di tanah hampir di seluruh penjuru Bumi.

Beberapa spesies dalam genus ini dipakai secara komersial sebagai agen pengendali hayati, karena mereka bisa menjadi parasit bagi jamur penyebab penyakit tanaman.

Salah satu anggotanya, Trichoderma harzianum, sempat jadi berita beberapa tahun lalu ketika peneliti menemukan bahwa jamur ini tumbuh lebih cepat dan menghasilkan lebih banyak spora saat diperdengarkan white noise di laboratorium.

Sampai sekarang belum ada yang tahu pasti alasannya.

Dugaan terkuat adalah gelombang suara secara mekanis mengguncang reseptor di tubuh jamur, lalu mengubahnya menjadi sinyal biokimia yang memacu pertumbuhan dan produksi spora.

Semua ini tentu saja tak kasat mata. Setiap konidia biasanya hanya berukuran beberapa mikrometer—cukup kecil sehingga mikroskop cahaya biasa, bukan mikroskop elektron, sudah bisa menampilkan jalinan cabang ini dengan jelas.

Jamur seperti ini diam-diam ada di mana-mana: di tanah, di tumpukan kompos, di akar tanaman di luar jendela rumahmu. Sebagian besar yang mereka lakukan di bawah sana masih belum sepenuhnya kita pahami.

Sampai jumpa minggu depan, semoga harimu menyenangkan!

Artikel ini telah diperiksa faktanya oleh Clare Watson dan disunting oleh Clare Watson. Walaupun kami bangga dengan proses kerja kami, kami tetap hanya manusia. Kalau kamu menemukan kesalahan, tolong beri tahu kami.

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/happy-monday-heres-your-weekly-microscope-mystery

Share this post

August 11, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?