Penemuan ‘Jalan Bata Kuning’ Misterius di Dasar Samudra Pasifik Bikin Ilmuwan Terheran-heran

April 26, 2025

3 menit teks

Dalam penemuan luar biasa yang terjadi pada tahun 2022, sebuah ekspedisi laut dalam yang dipimpin oleh Ocean Exploration Trust menggunakan kapal E/V Nautilus menemukan formasi yang menakjubkan dan misterius di dasar Samudera Pasifik. Sebagai bagian dari pelayaran NA138 ke Liliʻuokalani Ridge di dalam Papahānaumokuākea Marine National Monument, tim secara tidak sengaja menemukan sesuatu yang tampak seperti dasar danau kuno yang kering, sangat mirip dengan jalan bata kuning (yellow brick road). Formasi ini, yang terletak sekitar 1.000 meter di bawah permukaan laut, disiarkan langsung untuk publik di platform Nautilus Live, menawarkan kesempatan langka bagi orang-orang di seluruh dunia untuk menyaksikan momen yang memukau ini.

Penemuan Tak Terduga di Kedalaman Pasifik

Liliʻuokalani Ridge, bagian dari Papahānaumokuākea Marine National Monument, terletak di sebelah utara Kepulauan Hawaii dan dikenal karena signifikansi biologis dan geologisnya. Meskipun penting, hanya sekitar 3% dari dasar lautnya yang telah dieksplorasi, menjadikan setiap penemuan baru sebagai kontribusi berharga untuk memahami ekosistem laut Bumi. Dalam ekspedisi khusus ini, tim peneliti di atas kapal Nautilus sedang memetakan wilayah tersebut ketika mereka menemukan dasar danau kuno yang tampak hampir kering seperti dipanggang, menyerupai tampilan “jalan bata kuning.”

Formasi ini, yang mencakup area seluas sekitar 500 meter persegi, terdiri dari batuan vulkanik yang retak sedemikian rupa sehingga menyerupai bata. Fitur yang tidak biasa ini membuat para peneliti terpesona sekaligus bingung. Pada pandangan pertama, permukaan yang tampak kering itu terlihat seperti jalan kuno, membuat beberapa anggota tim bercanda melalui radio, “Ini jalan menuju Atlantis!”, sementara yang lain membalas, “Jalan bata kuning?” Penemuan yang aneh namun indah ini telah memicu rasa ingin tahu yang besar di komunitas ilmiah, dengan para peneliti yang antusias untuk mempelajari penyebab di balik fenomena tersebut.

Ilmu di Balik ‘Jalan Bata Kuning’

Menurut Dr. Tim Ziegler, manajer koleksi di Museums Victoria Research Institute, retakan unik 90 derajat yang terlihat pada batuan vulkanik kemungkinan besar merupakan hasil dari tekanan pemanasan dan pendinginan dari beberapa letusan vulkanik di area tersebut. Tekanan termal ini kemungkinan menyebabkan batuan retak dengan cara yang membentuk blok persegi panjang, memberikan tampilan seperti jalan bata.

Dr. Ziegler menjelaskan, “Retakan unik 90 derajat kemungkinan terkait dengan tekanan pemanasan dan pendinginan dari beberapa letusan di batas yang dipanggang ini.” Proses ini, yang melibatkan pendinginan dan pemadatan batuan vulkanik seiring waktu, menciptakan struktur yang sangat mirip dengan bata pada jalan, meskipun tentu saja, formasi ini sepenuhnya alami.

Menariknya, penemuan “jalan bata kuning” di dasar laut ini menyoroti aktivitas geologis yang sedang berlangsung di wilayah tersebut. Area ini terletak di Papahānaumokuākea Marine National Monument, zona yang dilindungi yang menjadi rumah bagi berbagai macam spesies laut dan memainkan peran penting dalam ekosistem laut global. Ini juga menggarisbawahi kekuatan geologis luar biasa yang terus membentuk permukaan Bumi di bawah gelombang.

Mengungkap Geologi Tersembunyi Bumi

Meskipun terletak 1.000 meter di bawah air, dasar danau yang ditemukan oleh para peneliti tampak sangat kering. Faktanya, para peneliti di kapal Nautilus mencatat bahwa tanah itu tampak hampir seperti “kerak panggang” yang bisa dikupas, menambah misteri penemuan tersebut. Tim mencatat bagaimana formasi itu tampak menyerupai dasar danau kering kuno, kemungkinan hasil dari proses geologis yang telah lama terlupakan.

Formasi luar biasa ini memberikan kesempatan langka bagi para peneliti untuk mempelajari geologi dasar laut yang tersembunyi, area yang sebagian besar masih belum terjamah. Temuan dari ekspedisi NA138 ini adalah bagian dari upaya yang lebih besar untuk menjelajahi wilayah Papahānaumokuākea Marine National Monument yang belum terpetakan, salah satu area laut paling dilindungi di dunia.

Saat tim terus menjelajahi formasi tersebut, harapannya adalah penemuan ini akan membuka data berharga tentang proses vulkanik, kehidupan laut yang mungkin telah beradaptasi dengan lingkungan ini, dan potensi untuk mengungkap lebih banyak keajaiban geologis semacam itu di bawah permukaan laut.

(KoranPost)

Sumber: dailygalaxy.com

Scientists Stunned by Discovery of a Mysterious ‘Yellow Brick Road’ at the Bottom of the Pacific Ocean

Share this post

April 26, 2025

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?