Pengeboran Rekor di Bawah Es Antartika Temukan Bukti Laut Terbuka Masa Lalu dan Ancaman Pencairan Es Masa Depan

March 30, 2026

2 menit teks

Ilmuwan baru aja berhasil melakukan pengeboran terdalam yang pernah ada di Bawah Lapisan Es Antartika Barat. Hasilnya? Mereka menemukan bukti bahwa jutaan tahun lalu, kawasan es raksasa ini dulunya adalah lautan terbuka!

Tim internasional yang terdiri dari 29 peneliti ini memperkirakan, es di sana cukup banyak untuk menaikkan permukaan laut global hingga 4-5 meter (sekitar 13-16 kaki) kalau semuanya mencair.

Dengan cara mengebor menembus es dan sedimen di bawahnya, mereka mengambil sampel yang bisa menggambarkan kondisi hingga 23 juta tahun yang lalu.

Harapannya, dengan mempelajari bagaimana es ini mencair di masa lalu Bumi, mereka bisa tahu faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya, termasuk suhu laut saat itu.

Ini bisa bantu memprediksi seberapa cepat lapisan es ini akan mencair di masa depan, mengingat iklim Bumi yang makin menghangat.

“Pengamatan satelit dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan massa lapisan es ini berkurang dengan kecepatan yang makin tinggi. Tapi, kita masih belum yakin berapa kenaikan suhu yang bisa memicu hilangnya es secara drastis,” ujar mereka dalam laporan yang dirilis Rabu.

“Selama ini, para pemodel lapisan es bergantung pada catatan geologi dari lokasi yang lebih jauh.”

Tim yang dipimpin oleh Earth Sciences New Zealand, Victoria University of Wellington, dan Antarctica New Zealand ini berhasil mengebor melalui 523 meter es dan 228 meter batuan serta lumpur purba di Crary Ice Rise, Ross Ice Shelf.

Ditemukan Organisme Laut

“Sebagian sedimennya memang khas endapan di bawah lapisan es, seperti yang ada di Crary Ice Rise sekarang,” kata ilmuwan kepala bersama, Molly Patterson dari Binghamton University, Amerika Serikat.

Tapi, mereka juga menemukan pecahan cangkang dan sisa-sisa organisme laut yang butuh cahaya—material yang lebih umum ditemukan di lautan terbuka, di bawah rak es yang mengapung, atau di tepi rak es di mana es batu (iceberg) sering runtuh.

Sebenarnya, ilmuwan sudah lama menduga kawasan ini dulunya adalah lautan terbuka, yang menunjukkan surutnya Ross Ice Shelf dan kemungkinan runtuhnya Lapisan Es Antartika Barat.

Tapi, belum jelas kapan tepatnya hal itu terjadi.

Catatan baru ini memberikan deretan kondisi lingkungan dari waktu ke waktu, plus bukti langsung keberadaan lautan terbuka di kawasan tersebut, jelas Patterson.

Huw Horgan, ilmuwan kepala bersama lainnya dari Victoria University of Wellington, menyebut indikasi awal menunjukkan sampel-sampel ini mencakup periode 23 juta tahun terakhir.

Ini termasuk masa-masa ketika suhu rata-rata global Bumi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan periode pra-industri—lebih dari dua derajat Celsius.

Terkait: Ilmuwan Ungkap Seperti Apa Wujud Antartika Tanpa Es

Pengeboran berakhir pada Januari, dan sampel inti (core samples) sudah diangkut dari Crary Ice Rise melewati lebih dari 1.100 km (680 mil) melintasi Ross Ice Shelf ke Scott Base. Dari sana, sampel akan dikirim ke Selandia Baru untuk analisis lebih lanjut.

© Agence France-Presse

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/a-record-breaking-drill-beneath-antarctic-ice-revealed-a-big-surprise

Share this post

March 30, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?