Studi: Manusia dan Kera Besar Tertawa dengan Ritme yang Sama Selama 15 Juta Tahun

June 27, 2026

2 menit teks

NEW YORK (AP) – Manusia dan kera besar ternyata sudah tertawa-tawa mirip sejak mereka berpisah jalur di pohon evolusi, begitu kata sebuah studi baru.

Lho, kok bisa tahu? Gampang: para peneliti menggelitik 13 kera yang hidup di penangkaran—mulai dari gorila, orangutan, simpanse, sampai bonobo—lalu merekam hasilnya.

Rekaman yang sudah berusia puluhan tahun itu kini diteliti ulang dan dibandingkan dengan tawa empat bocah yang baru direkam saat mereka digelitik dan bermain di rumah. Hasilnya? Cekikikan manusia dan kera besar mengikuti irama yang sangat mirip, dengan jeda teratur di antara suara tawa. Ini semacam benang merah yang menunjukkan kalau kita semua terhubung lewat leluhur yang sama.

“Pokoknya, kita ini mirip banget sama kera besar lainnya, karena kita sudah tertawa dengan cara yang sama selama 15 juta tahun,” ujar penulis studi Chiara De Gregorio, primatolog dari University of Warwick di Inggris.

Tawa menyampaikan perasaan senang dan playful tanpa perlu kata-kata. Banyak hewan juga bisa tertawa, tapi suara tawa mereka gak semirip manusia kayak kera. Misalnya, waktu peneliti menggelitik tikus, responsnya berupa bunyi cicit ultrasonik.

Ilmuwan yang penasaran bagaimana tawa berevolusi biasanya membedah ekspresi wajah hewan, tapi riset soal bunyi tawa masih jarang. Nah, kalau dibandingkan dengan kera besar, tawa manusia justru berkembang jadi lebih cepat dan lebih kompleks.

Contohnya, suara tawa kita bisa beda-beda tergantung situasi: mulai dari ketawa sopan di antara rekan kerja sampai ngakak lepas bareng teman dekat.

“Kita tuh kayak jagonya soal tertawa,” kata De Gregorio, yang temuannya terbit di jurnal Communications Biology pada hari Kamis.




Cekikikan ini berevolusi biar paling pas dengan kehidupan sosial masing-masing hewan, jelas Brittany Florkiewicz, peneliti komunikasi hewan dari Lyon College yang gak terlibat dalam studi ini. Katanya, temuan ini masuk akal dan nunjukkin perlunya riset lebih lanjut.

Florkiewicz juga penasaran pengen dengar rekaman sejenis dari hewan lain yang punya ekspresi wajah playful, seperti anjing, kuda, dan kucing. Itu bisa kasih kita gambaran lebih jelas soal bagaimana tawa berevolusi—“supaya kita paham apa yang bikin manusia unik, tapi juga apa yang mirip antara manusia dan hewan lain.”

Baca juga: Kenapa Kita Tertawa? Studi Baru Ungkap Mungkin Ini Strategi Bertahan Hidup

Mempelajari asal-usul tawa mungkin terdengar receh, tapi ini bagian dari komunikasi manusia yang bisa bantu kita memahami orang lain—termasuk gimana kita belajar bicara. Soalnya, suara kan gak bisa jadi fosil. Makanya ilmuwan pakai bukti yang ada buat melacak sejarah, satu demi satu kikikan demi kikikan.

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/humans-and-apes-have-laughed-the-same-way-for-millions-of-years-study-suggests

Share this post

June 27, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?