Vantablack 310, Cat Paling Hitam Sedunia, Solusi Polusi Cahaya Satelit Demi Lindungi Astronomi

July 13, 2026

3 menit teks

Orbit Bumi rendah (LEO) makin hari makin sesak dengan satelit, dan diam-diam mereka sedang menghapus pemandangan alam semesta dari pandangan kita.

Saat ini sudah ada lebih dari 14.000 satelit yang mengorbit, dan jumlahnya terus melonjak cepat. Ini masalah serius buat para astronom.

Yang disebut polusi cahaya akibat satelit ini sudah mulai mengganggu cukup banyak hasil jepretan teleskop di Bumi. Dengan ribuan satelit LEO tambahan yang sudah direncanakan, masalah ini bakal makin parah.

“Langit malam adalah salah satu jendela tertua manusia untuk menatap alam semesta,” kata astrofisikawan Astha Chaturvedi dari University of Surrey.

“Tapi sekarang makin sulit buat melihat benda-benda langit.”

Chaturvedi dan tim peneliti di Inggris mungkin sudah menemukan jawabannya: Vantablack 310, sebuah formula khusus dari material tergelap yang pernah dikembangkan, yang dirancang untuk digunakan pada wahana antariksa.

Dalam uji laboratorium, melapisi satelit dengan Vantablack 310 membuat cuma 2 persen cahaya yang datang terpantulkan kembali.

“Hasil kami menunjukkan bahwa pilihan material yang relatif sederhana bisa memberi perbedaan berarti pada dampak satelit terhadap pengamatan astronomi, tanpa perlu perubahan besar pada desain misi,” ujar Chaturvedi.

Para peneliti pakai model fisika buat menguji performa lapisan hitam ini di berbagai titik orbit—satelit mengilap lebih reflektif di atas salju ketimbang di atas lautan terbuka, misalnya.

Di kondisi paling reflektifnya, satelit berlapis Vantablack 310 punya skor antara 6,7 sampai 7,0 di skala magnitudo AB (nilai makin rendah berarti makin terang).

Satelit yang reflektif mulai mengganggu kegiatan mengamati bintang. (Joshua Rozells)

Banyak orbit dari hasil simulasi menunjukkan angka yang jauh di atas itu, dengan nilai mencapai 7,1 sampai 7,8.

Angka terburuk 6,7 itu sedikit di bawah ambang batas magnitudo 7 untuk kecerahan satelit dan objek mengorbit yang direkomendasikan oleh International Astronomical Union.

Ini juga jauh lebih baik dibanding magnitudo 3,7 yang dicetak oleh satelit SpaceX tanpa pelapis yang diuji oleh para peneliti.


Berlangganan newsletter ScienceAlert gratis yang sudah terverifikasi faktanya

Layak disebut juga kalau SpaceX sudah menguji berbagai metode untuk mengurangi kecerahan satelit dengan nama DarkSat dan VisorSat. Vantablack 310 terbukti sebanding atau bahkan lebih baik dari keduanya.

“Dalam asumsi geometris dan area yang identik, permukaan berlapis ini menghasilkan nilai kecerahan puncak yang lebih redup daripada yang dilaporkan untuk sasis Starlink tanpa pelapis, dan sebanding atau lebih redup dibanding varian DarkSat dan VisorSat,” tulis para peneliti di makalah mereka yang sudah dipublikasikan.

Selain itu, tim peneliti memakai mikroskop elektron buat melihat bagaimana lapisan ultra-hitam ini memengaruhi permukaan satelit yang dirawat.

Mereka menemukan bahwa lapisan itu menghasilkan “bentuk menyerupai karang dengan cekungan seperti rongga”—bukti sifat fisik yang berperan menjebak cahaya.

Struktur Vantablack 310
Di bawah mikroskop elektron pemindai, Vantablack 310 punya penampilan “mirip karang”. (Chaturvedi et al., Mon. Not. R. Astron. Soc., 2026)

Vantablack 310 adalah versi yang relatif baru dari material aslinya, dirancang supaya lebih mudah diaplikasikan dan lebih tahan lama—meski begitu, seperti yang digarisbawahi para peneliti, semua ini masih harus diuji langsung di luar angkasa.

“Kami tegaskan bahwa studi ini hanya membahas performa optik,” tulis para peneliti.

“Perilaku termal di level wahana antariksa, ketahanan lingkungan, dan integrasi sistem butuh pengujian vakum-termal secara khusus serta validasi di orbit, jadi itu semua di luar cakupan riset ini.”

Eksperimen lanjutan sudah dalam tahap rencana, dan Vantablack 310 akan digunakan dalam misi CubeSat mendatang yang bernama Jovian-1. Ini bakal memungkinkan para peneliti mengambil pengukuran kecerahan langsung dari Bumi selagi satelit itu mengorbit.

Kalau kita memang makin bergantung pada satelit LEO untuk sistem komunikasi (dan bahkan mungkin pusat data AI), seharusnya itu nggak harus merenggut kemampuan kita menikmati pemandangan langit malam seutuhnya.

Uji awal ini menunjukkan bahwa Vantablack 310 bisa membantu—meskipun kita tetap butuh solusi berbeda untuk masalah sampah antariksa.

Terkait: Ilmuwan Baru Saja Menemukan Cara Mendeteksi Senjata Nuklir di Luar Angkasa

“Luar angkasa makin padat, menciptakan tantangan bukan cuma bagi astronom, tapi juga bagi siapa pun yang menghargai langit malam yang murni,” kata astrofisikawan Noelia Noël dari University of Surrey.

“Yang menggembirakan dari riset ini adalah ia membawa kita melampaui sekadar mengidentifikasi masalah, dan mulai bergerak ke arah pengembangan solusi yang praktis dan berbasis bukti.”

Riset ini telah dipublikasikan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Artikel ini sudah diverifikasi faktanya oleh Michael Irving dan disunting oleh Rebecca Dyer. Meskipun kami bangga dengan proses yang kami jalani, kami hanya manusia. Kalau kamu menemukan kesalahan, tolong beri tahu kami.

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/the-worlds-blackest-paint-could-stop-satellites-ruining-astronomers-views

Share this post

July 13, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?