HOUSTON (AP) – Cengkeraman musim dingin di wilayah timur Amerika Serikat belum juga mereda. Beberapa hari ke depan, suhu bakal turun jauh di bawah titik beku hingga ke Semenanjung Florida yang selama ini terkenal hangat. Belum lagi ancaman badai salju super kuat yang berpotensi menghantam pesisir Atlantik.
Suhu dingin yang ekstrem ini diperkirakan bakal bertahan setidaknya sampai minggu pertama bulan Februari. Para meteorolog juga sedang mengamati kemungkinan terbentuknya “bomb cyclone” – yaitu badai yang intensitasnya meningkat secara drastis, semacam versi musim dingin dari topan – yang diperkirakan terbentuk di lepas pantai Carolina pada Jumat malam hingga Sabtu.
“Badai musim dingin besar kemungkinan akan menghantam Carolina,” ujar meteorolog Peter Mullinax dari Pusat Prediksi Cuaca milik National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Terkait: Bagaimana Tanah Bisa Ambles (Sinkhole), Dan Bisakah Kita Memprediksinya?
Badai tersebut berpotensi membawa hujan salju lebat – setidaknya 15 sentimeter dengan kondisi white-out (visibilitas nyaris nol karena salju) – di Carolina, Georgia utara, dan Virginia selatan.
Setelah itu, badai bisa berbelok dan menerjang koridor Interstate 95 pada Sabtu malam hingga Minggu, mengguyur salju dalam jumlah besar dari Washington hingga Boston, membuat lumpuh sebagian besar negara. Atau, bisa juga hanya menghantam ringan, terutama daerah seperti Cape Cod.
Ada juga kemungkinan badai ini malah belok ke laut dan tidak mengenai daratan sama sekali. Para meteorolog dan model prediksi cuaca belum sepakat pada satu skenario tertentu.
An updated Day 3-7 Hazards Outlook has been issued. https://t.co/VBxTZCp4sE pic.twitter.com/vjcvRkMIgy
— NWS Weather Prediction Center (@NWSWPC) January 29, 2026
“Keyakinan kami jauh lebih tinggi bahwa di pesisir Carolina dan Virginia akan terjadi turun salju yang signifikan akhir pekan ini,” kata James Belanger, wakil presiden bidang meteorologi di The Weather Channel dan perusahaan induknya. “Pertanyaan sebenarnya adalah ke mana arah lintasan badai ini” setelahnya.
Meteorolog independen Ryan Maue, mantan kepala ilmuwan NOAA, menyebut situasi di wilayah mid-Atlantic dan utara sebagai kondisi “boom or bust” – untung-untungan besar. “Kalau badainya memang mengikuti pesisir, ini bakal jadi peristiwa yang luar biasa besar.”
Model prediksi masih beda pendapat soal jalur badai
Pada Selasa, model-model prediksi cuaca masih sangat bervariasi – ada yang mengarah ke laut, ada pula yang mengarah ke pedalaman hingga Philadelphia. Menjelang Rabu pagi, mereka mulai menunjukkan kesepakatan bahwa “kemungkinan besar akan ada badai pesisir yang kuat di suatu tempat di timur North Carolina, di lepas pantai Delmarva, tapi mereka masih belum sepakat soal lokasi pastinya,” kata Mullinax.
Peluang badai berbelok menjauhi Pesisir Timur sepenuhnya memang sudah menipis sejak Rabu pagi, tapi belum hilang sama sekali, tambah Mullinax.
Dari semua kemungkinan, “wilayah dari D.C. sampai New York adalah yang paling tidak jelas,” kata Mullinax. Ia menambahkan, perbedaan posisi pusat badai sejauh 80 kilometer saja sudah bisa sangat menentukan. Meteorolog senior AccuWeather, Dan Pydynowski, menyebut bahwa wilayah mid-Atlantic bagian selatan kemungkinan besar tidak bisa menghindari salju, entah sedikit atau banyak.
Badai ini bakal lebih kencang dari yang sebelumnya
Badai akhir pekan ini akan berbeda dari badai sebelumnya. Badai sebelumnya dimulai dari udara lembab dari Samudra Pasifik yang bergabung dengan hembusan udara Arktik dari polar vortex yang memanjang, ditambah lagi kelembapan dari selatan dan timur, kata para meteorolog.
Badai sebelumnya anginnya relatif tenang. Tapi kali ini, anginnya bakal kencang banget – meskipun salju tidak mengenai area Washington, hembusan angin bisa mencapai 65 km/jam, dengan suhu terasa mendekati atau bahkan di bawah nol derajat Fahrenheit (minus 18 derajat Celsius), kata Mullinax.
“Ini kelihatan seperti badai yang cukup kuat dan eksplosif, jadi semua orang bakal merasakan angin kencang,” kata Pydynowski. Termasuk daerah pedalaman yang tidak kena salju sama sekali, seperti Pittsburgh. Angin kencang bisa membuat suhu siang hari yang seharusnya di angka belasan derajat Fahrenheit terasa seperti di bawah nol.
“Ini lebih ke badai klasik nor’easter,” kata Belanger, merujuk pada badai yang terbentuk di sekitar Teluk AS, lalu melintas ke Atlantik dan bergerak naik menyusuri pesisir.
Udara dingin dan air hangat berpadu jadi badai super kuat
Dalam kasus ini, salah satu kuncinya adalah suhu air Teluk Meksiko yang lebih hangat dari biasanya – sebagian disebabkan oleh perubahan iklim akibat ulah manusia – serta arus Gulf Stream Atlantik yang memang selalu hangat, kata Bernadette Woods Placky, kepala meteorolog dari organisasi nirlaba Climate Central.
Ketika itu terjadi, badai “menyerap lebih banyak kelembapan dan mendapat tenaga ekstra,” jelasnya.
Saat inti badai mendekati Carolina, tekanannya akan turun drastis – cukup untuk memenuhi kriteria yang disebut meteorolog sebagai “bombogenesis” atau “bomb cyclone.” Efeknya setara dengan topan berkekuatan sedang, termasuk angin super kencang, tapi dalam konteks musim dingin, kata Maue dan Belanger.
Andai badai benar-benar menghantam daratan, angin kencang dan tumpukan salju ekstra bisa menciptakan gundukan salju setinggi mobil, kata Maue.
Hawa Arktik bertahan dan makin merambah ke selatan
Yang lebih pasti adalah bahwa udara dingin Arktik di Midwest dan Timur akan terus bertahan hingga pertengahan Februari, dengan sedikit pemanasan yang tetap di bawah rata-rata normal, kata para meteorolog.
Dan badai akhir pekan yang baru ini “akan membawa hawa dingin itu dan menyebarkannya langsung ke jantung Semenanjung Florida,” kata Pydynowski.
Orlando diperkirakan akan mengalami suhu jauh di bawah titik beku, dengan suhu tertinggi hanya 9 derajat Celsius – memecahkan rekor suhu di sana. Bahkan Miami dan Key West juga berpotensi mencatatkan rekor suhu terdingin pada Minggu dan Senin, kata para meteorolog.
Prospek cuaca dingin di Florida ini cukup mengkhawatirkan, terutama bagi tanaman jeruk dan stroberi yang jadi komoditas penting negara bagian tersebut.
“Kita akan memasuki periode yang sangat, sangat dingin,” kata Maue.
Badai terus berdatangan
Setelah badai akhir pekan ini, model jangka panjang menunjukkan bakal ada badai lagi di akhir minggu pertama bulan Februari, kata Maue. Para meteorolog melihat Pesisir Timur terjebak dalam pola cuaca dingin menusuk dan badai salju yang disebabkan oleh hembusan udara Arktik dan air laut yang hangat.
Terkait: Arktik Telah Memasuki Era Baru ‘Cuaca Ekstrem’, Peringatkan Para Ilmuwan
Badai salju di Pesisir Timur memang tidak terlalu sering terjadi, tapi “kalau sudah terjadi, biasanya datang beruntun,” kata Louis Uccellini, mantan direktur National Weather Service yang juga menulis buku teks meteorologi tentang badai salju musim dingin.
(KoranPost)
Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/a-bomb-cyclone-could-slam-the-us-east-this-weekend
















