Misteri Matahari: Ledakan Radio Terlama dalam Sejarah Berlangsung Selama 19 Hari

May 30, 2026

3 menit teks

Matahari itu sebenarnya nggak pernah benar-benar tenang.

Setiap detiknya, Matahari melepaskan energi yang setara dengan 100 miliar bom nuklir. Dia juga rutin melontarkan awan plasma magnetik seberat miliaran ton ke luar angkasa, dan sesekali menyuguhkan pemandangan aurora yang indah, bahkan sampai terlihat di tempat tinggal saya di Norfolk, Inggris.

Tapi, ada satu kejadian di bulan Agustus 2025 yang benar-benar di luar kebiasaan. Butuh kerja sama dari sekumpulan wahana antariksa yang tersebar di tata surya kita untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

Semuanya dimulai dengan apa yang disebut sebagai Type IV radio burst.

Ini adalah semburan gelombang radio yang muncul saat elektron “terjebak” di dalam medan magnet Matahari. Elektron-elektron ini berputar-putar dan melepaskan energi selama proses tersebut.

Kejadian ini sebenarnya cukup sering terjadi, biasanya berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari. Meskipun gelombang radionya sendiri tidak berbahaya, lingkungan magnetik yang menghasilkannya bisa jadi ancaman, karena bisa memicu badai partikel yang berpotensi merusak satelit dan mengganggu wahana antariksa.

Nah, yang satu ini beda. Semburannya nggak berhenti-berhenti.

Hari demi hari berlalu. Saat akhirnya berhenti, total durasinya mencapai 19 hari! Itu hampir empat kali lipat lebih lama dari rekor sebelumnya yang cuma bertahan lima hari.

Untuk memecahkan misteri ini, para peneliti menggabungkan data dari empat wahana antariksa berbeda: STEREO, Parker Solar Probe, dan Wind milik NASA, serta Solar Orbiter milik ESA dan NASA.

Parker Solar Probe sebelum mengamati fenomena matahari yang memecahkan rekor ini. (NASA/Johns Hopkins APL/Ed Whitman)

Masing-masing wahana menangkap semburan tersebut selama beberapa hari saat rotasi Matahari membawa area tersebut masuk ke jangkauan pandang mereka—ibarat pelari estafet yang saling mengoper tongkat di seluruh tata surya.

Tidak ada satu pun wahana yang bisa melihat kejadian ini secara utuh sendirian. Mereka harus bekerja sama untuk mendapatkan gambaran lengkapnya.

Lewat teknik analisis baru pada data STEREO, tim peneliti menemukan bahwa semburan itu berasal dari struktur magnetik raksasa di atmosfer luar Matahari yang disebut helmet streamer.

Helmet Streamer
Gambar ini diambil saat gerhana matahari total tahun 2017, menunjukkan bentuk V khas dari helmet streamer. (Miloslav Druckmüller, Peter Aniol, Shadia Habbal/NASA Goddard, Joy Ng)

Namanya memang terdengar agak kuno padahal lokasinya 150 juta kilometer jauhnya. Istilah ini merujuk pada fitur berbentuk huruf V yang terlihat saat gerhana matahari, di mana garis medan magnet melengkung dari permukaan Matahari ke luar angkasa.

Area ini punya aktivitas magnetik yang sangat pekat. Ternyata, struktur ini sempat “dicas” oleh tiga kali lontaran massa korona (CME) yang terjadi berturut-turut di area yang sama. Hal inilah yang membuat jebakan magnetiknya terus terisi energi jauh lebih lama dari biasanya.

Memahami kenapa semburan radio matahari bisa bertahan selama berhari-hari atau berminggu-minggu, sementara yang lain cepat hilang, sangat penting untuk prakiraan cuaca antariksa. Ini membantu kita memprediksi kapan Matahari akan melepaskan sesuatu yang berbahaya ke arah Bumi.

Baca juga: Pergeseran Tersembunyi di Dalam Matahari Bisa Menjelaskan Siklus Matahari yang Lemah

Semakin akurat kita mengenali fitur-fitur ini dan memahami perilakunya, semakin aman pula satelit, astronaut, dan infrastruktur kita di Bumi.

Penelitian mengenai semburan radio pemecah rekor ini telah dipublikasikan di The Astrophysical Journal Letters.

Artikel ini pertama kali diterbitkan oleh Universe Today. Baca artikel aslinya di sini.

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/the-sun-just-let-out-the-longest-radio-burst-weve-ever-seen

Share this post

May 30, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?