Serangan Ubur-Ubur Kembali Lumpuhkan Reaktor Nuklir Prancis Untuk Kedua Kalinya

August 14, 2026

4 menit teks

Satu hal yang mungkin mulai kita sadari belakangan ini: hewan-hewan sepertinya sudah cukup gerah dengan segala aktivitas dan teknologi manusia.

Contoh terbaru? Ubur-ubur berhasil melumpuhkan reaktor nuklir di Prancis utara untuk kedua kalinya. Dan percaya deh, ini bukan satu-satunya “serangan balik” alam terhadap infrastruktur kita dalam beberapa tahun terakhir.

Apakah makhluk laut kenyal itu memang sengaja menyasar kebijakan energi Prancis atau cuma tersesat? Nggak ada yang tahu pasti—pihak ubur-ubur belum memberikan pernyataan resmi soal ini.

Tapi coba deh pikir: kejadian ini terjadi dua tahun berturut-turut, dan tepat di tanggal yang sama. Agak terlalu rapi untuk disebut kebetulan, ya kan?

Empat unit di pembangkit listrik tenaga nuklir Gravelines terpaksa dimatikan pada 11 Agustus 2025 gara-gara “kehadiran massal dan tak terduga ubur-ubur” di stasiun pemompaan air pendingin reaktor, menurut pengumuman EDF. (Sameer AL-DOUMY/AFP)

Seperti dilaporkan Politico, PLTN Gravelines sudah menghabiskan ratusan ribu euro di tahun 2025 untuk mencegah kejadian ini terulang. Hasilnya? 12 bulan kemudian, ubur-ubur datang lagi.

Penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan setelah sistem pemompaan yang jadi andalan PLTN tersumbat oleh gerombolan ubur-ubur.

Tapi mari serius sejenak—lepas dari semua candaan, insiden ini sebenarnya konsekuensi nyata dari perubahan iklim.

Kenaikan suhu air laut bisa memicu ledakan populasi plankton dan hewan-hewan kecil yang jadi makanan ubur-ubur, sekaligus mempercepat siklus hidup dan memperpanjang musim kawin mereka. Pada dasarnya, kita menciptakan dunia yang makin nyaman buat ubur-ubur.

Penyedia utilitas Prancis, EDF, sekarang mengerahkan kapal penangkap ikan untuk berpatroli 24 jam di sekitar perairan PLTN demi menjauhkan gerombolan ubur-ubur. Operasi penuh diperkirakan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.

Burung gagak sedang mematuk
Burung gagak yang ketahuan sedang beraksi di LIGO. (Robert Schofield)

Tapi jangan kira cuma ubur-ubur yang punya kebiasaan mengacaukan infrastruktur energi manusia.

Tahun lalu di Connecticut, seekor rakun tunggal berhasil menyebabkan lebih dari seribu pemadaman listrik, seperti dilaporkan CT Insider.

Nggak jelas persis apa yang dilakukan si rakun, tapi yang pasti dia entah bagaimana caranya berhasil menyusup ke gardu listrik dan menyebabkan kerusakan pada peralatan di dalamnya.

Aksi sabotase tak sengaja ini membuat lebih dari 2.500 pelanggan di wilayah tersebut sempat gelap gulita—meskipun perbaikan berhasil dilakukan dengan cepat.

Kadang-kadang, kecelakaan hewan semacam ini menyerang lebih dekat ke jantung sains—seperti yang terjadi di Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) di Washington.

Laboratorium CERN
Situs CERN saat ini sedang menjalani pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan besar-besaran. (CERN)

Di sini, seperti tercatat dalam buku log Juli 2017, burung gagak yang mencari minum dengan mematuk pipa pendingin berlapis es menyebabkan getaran yang mengganggu instrumen sensitif di observatorium. Patukan burung itu pada dasarnya menghasilkan gangguan dalam data.

Setelah mencurigai gagak sebagai penyebab anomali dalam pengukuran observatorium, para peneliti berhasil memotret burung-burung itu sedang beraksi. Dan yang lebih meyakinkan, ketika patukan pada pipa dibuat secara artifisial oleh tim observatorium, hasilnya menghasilkan gangguan data yang persis sama.

Situs itu kemudian dimodifikasi untuk mencegah terbentuknya es pada pipa pendingin, lapor Forbes—yang berarti para gagak harus mencari tempat minum di tempat lain.


Langganan newsletter ScienceAlert yang sudah terverifikasi faktanya

Lalu ada kasus misterius baguette di CERN.

Buletin CERN tahun 2009 mendokumentasikan insiden di mana pemadaman listrik pada sistem kriogenik fasilitas tersebut memerlukan perbaikan selama beberapa hari.

Nggak ada yang benar-benar tahu apa penyebab pemadaman ini, tapi bulu burung dan sepotong roti ditemukan di lokasi kejadian. Teori yang paling populer? Sepotong kecil baguette mungkin secara nggak sengaja mengganggu mesin di suatu titik dalam sistem.

Semua cerita ini memang menghibur, tapi di balik itu ada pengingat yang cukup serius tentang bagaimana aktivitas manusia makin mendesak masuk ke dunia alami di sekitar kita.

Tanpa kita sadari, kita menularkan penyakit ke hewan, mengubah habitat mereka, dan menggeser perilaku alami mereka dengan berbagai cara.

Kalau dipikir-pikir, mungkin sudah sewajarnya ada sedikit perlawanan balik dari mereka.

Sebuah studi tahun 2022 yang diterbitkan di Scientific Reports oleh para peneliti dari AS dan Indonesia mendokumentasikan bagaimana monyet-monyet makaka di Bali sudah belajar merampok barang dari manusia, lalu menawarkan barter makanan sebelum mengembalikannya. Cerdas, kan?

Dari ubur-ubur sampai monyet, dari gardu listrik hingga detektor gelombang gravitasi—ada tanda-tanda bahwa kerajaan hewan mungkin sedang nggak terlalu senang dengan Homo sapiens. Dan siapa yang bisa menyalahkan mereka?

Artikel ini sudah dicek faktanya oleh Rachel Garner dan disunting oleh Peter Dockrill. Kami memang bangga dengan proses kami, tapi kami juga cuma manusia. Kalau kamu menemukan kesalahan, tolong beri tahu kami.

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/swarming-jellyfish-just-shut-down-a-nuclear-reactor-for-the-second-time

Share this post

August 14, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?