Surabaya, NU Online
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengingatkan bahwa manusia tidak akan pernah lepas dari ujian selama hidup di dunia. Ujian tidak hanya berupa penyakit atau kesulitan ekonomi, tetapi kondisi sehat dan kemudahan hidup pun tetap merupakan sebuah ujian.
Ujian tidak memandang siapa pun, baik orang miskin, kaya, maupun kalangan elite yang hidup mewah, semuanya pasti akan menghadapi cobaan hidup.
Bahkan para nabi, yang merupakan manusia pilihan, tidak lepas dari ujian. Ujian bagi mereka justru jauh lebih berat. Salah satu kisah yang diabadikan dalam Al-Qur’an adalah Nabi Ibrahim yang diuji untuk menyembelih putranya sendiri.
“Pembelajarannya kalau kita semua tidak diuji, enggak di-cobo bagaimana bisa menghadapi hal yang lebih besar lagi. Nah, jadi kita ini bisa jadi orang yang tahan bantingan kalau sering-sering diuji,” katanya saat mengaji Kitab Syarah Al-Hikam, dikutip dari YouTube Multimedia KH Miftachul Akhyar, Ahad (31/5/2026).
Kiai Miftah, sapaan akrab beliau, mengajak umat Muslim untuk menyadari ketentuan Allah ini, bahwa dunia adalah tempat ujian. Dengan memahami hal tersebut, kita tidak akan kaget atau merasa terpuruk saat hidup mulai terasa sulit, penuh keterbatasan, atau ketika merasa tidak diperhatikan oleh lingkungan sekitar.
“Mari kita membiasakan diri bercengkerama, bersosialisasi dengan cobo-cobo saking (ujian-ujian dari) Gusti Allah,” ajak pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya ini.
Ujian diberikan bukan tanpa tujuan. Kiai Miftah menegaskan bahwa Allah memberikan ujian bersamaan dengan kasih sayang, hikmah, dan anugerah yang jauh lebih besar. Namun, sayangnya, terkadang kita enggan mengambil hikmah di balik ujian tersebut.
Bagi mereka yang rida (ikhlas) menerima ujian, hal itu akan menjadi kekuatan untuk meningkatkan ibadah agar semakin dekat dengan Allah. “Jadi kalau kita paham di setiap cobaan itu ada lutfiah Allah, ada kasih sayang Allah, ada anugerah Allah,” ungkapnya.
Kasih sayang Allah yang tersembunyi di balik ujian sangatlah besar dan tak terhitung jumlahnya; tinggal bagaimana manusia mau menjemputnya. “Memang kebanyakan lutfiah Allah, anugerah Allah itu baru kita temukan nanti,” jelasnya.
Kiai Miftah juga menegaskan bahwa ujian adalah cara Allah menjadikan manusia sebagai makhluk istimewa yang dicintai-Nya. Manusia diciptakan ke dunia sejatinya dipersiapkan untuk kehidupan abadi di akhirat kelak, jika ia mampu melewati segala ujian yang diberikan.
“Sehingga betul-betul diberikan tempaan-tempaan, digembleng beneran kita ini,” pungkasnya.
(KoranPost)
Sumber: www.nu.or.id
https://www.nu.or.id/nasional/kiai-miftah-ada-kasih-sayang-allah-di-setiap-ujian-hidup-manusia-6rVs2















