Studi Ungkap: Jika Ada Kehidupan di Venus, Kemungkinan Berasal dari Bumi

April 13, 2026

3 menit teks

Teori panspermi menyatakan bahwa kehidupan bisa menyebar ke seluruh jagat raya lewat asteroid, komet, dan benda-benda angkasa lainnya.

Ketika “blok bangunan” kehidupan muncul di satu planet, tubrukan bisa melontarkan material permukaan ke luar angkasa, yang kemudian membawa “benih-benih” ini ke dunia lain.

Selama beberapa dekade, para ilmuwan memperdebatkan apakah hal ini bisa terjadi antara Bumi dan Mars (di kedua arah).

Namun, kontroversi baru-baru ini mengenai kemungkinan adanya kehidupan mikroba di awan tebal Venus telah memicu diskusi tentang transfer antarplanet antara Venus, Bumi, dan Mars.

Dalam studi terbaru yang dipresentasikan di Konferensi Sains Bulan dan Planet 2026 (LPSC), sebuah tim dari Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins (JHUAPL) dan Laboratorium Nasional Sandia menjelajahi ide ini secara mendetail.

Menggunakan kerangka kerja “Persamaan Kehidupan Venus” (VLE) yang dikembangkan oleh Noam Izenberg dkk. pada tahun 2021, model tim ini memperkirakan bahwa kehidupan bisa ada di awan Venus setidaknya selama beberapa hari per abad, berkat material yang dilontarkan dari Bumi.

Gambar ultraviolet awan Venus yang diambil oleh NASA’s Pioneer Venus Orbiter pada 5 Februari 1979. (NASA)

Mirip dengan Persamaan Drake, VLE memecah probabilitas kehidupan menjadi serangkaian faktor yang (jika dikalikan) memberikan estimasi kemungkinan adanya kehidupan. Secara matematis, VLE dijabarkan sebagai berikut: L = O x R x C

Di mana L adalah Kemungkinan Kehidupan yang Ada (0 hingga 1, dengan 0 berarti tidak ada peluang dan 1 berarti kepastian), O adalah Origination (peluang kehidupan mulai dan berkembang di Venus), R adalah Robustness (potensi biosfer untuk ada dan bertahan terhadap perubahan), dan C adalah Continuity (peluang bahwa kondisi layak huni bertahan hingga saat ini).

Menggunakan kerangka ini, tim pertama-tama mempertimbangkan bagaimana material organik, apa pun asalnya, harus bertahan selama perjalanan di luar angkasa.

Selain guncangan dan trauma akibat tumbukan, ada juga panas yang dihasilkan dalam prosesnya, serta suhu ekstrem, radiasi, dan vakum ruang angkasa.

Namun, pemodelan komputer dan studi meteorit yang ditemukan di Bumi telah menunjukkan bahwa material organik bisa bertahan dari proses pelontaran dan transfer antarplanet. Setelah tiba di Venus, material organik apa pun juga perlu tersebar di atau di atas awan agar bisa bertahan hidup.

Dengan pemikiran ini, perhitungan tim berfokus pada bagaimana meteorit bola api (bolide) akan berperilaku di atmosfer Venus, dengan memperhatikan ablasinya, ledakan, dan fragmentasinya menjadi potongan-potongan yang bisa mengapung di awan.

Mereka menggunakan “model pancake” untuk ini, sebuah metode semi-analitik populer yang mendeskripsikan fragmentasi sebuah bolide saat melewati atmosfer.

Setelah bolide meledak di atmosfer (sebuah “airburst”), hambat aerodinamis menyebarkan fragmen secara horizontal, membentuk “pancake” dari material yang terdispersi (yang tim sebut sebagai “sel-sel”).

Menggunakan model pancake dan studi sebelumnya untuk mendapatkan nilai dua parameter pertama, tim menghitung total jumlah bolide yang dikirim dari Bumi atau Mars ke awan Venus.

Dari sini, mereka menemukan bahwa ratusan miliar sel mungkin telah ditransfer dari Bumi ke awan Venus, sementara ratusan miliar lainnya bisa tetap berpotensi layak.

Terkait: Ancaman Serius Mungkin Mengintai di Orbit Venus, Kata Studi

Namun, estimasi terbaik yang dihasilkan model mereka adalah sekitar 100 sel terdispersi di awan Venus per tahun Bumi, sementara 20 miliar sel mungkin telah ditransfer dari Bumi selama 1 miliar tahun terakhir.

Meskipun tim mengakui bahwa model mereka tidak menangkap setiap detail interaksi bolide-atmosfer, dan bahwa setiap parameter VLE memiliki ketidakpastian yang besar (sama seperti Persamaan Drake), hal ini memang menunjukkan bahwa panspermi antara Bumi dan Venus itu mungkin.

Jadi, jika suatu misi astrobiologi di masa depan menemukan kehidupan di awan Venus, ada kemungkinan bahwa kehidupan itu berasal dari Bumi.

Artikel ini awalnya diterbitkan oleh Universe Today. Baca artikel aslinya.

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/if-venus-has-life-it-may-have-come-from-earth-scientists-say

Share this post

April 13, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?