Iran mengalahkan Mali dalam pertandingan kompetitif terakhir mereka sebelum berangkat ke markas mereka di Meksiko untuk Piala Dunia 2026.
Diterbitkan pada 5 Jun 20265 Jun 2026
Iran akan berangkat ke markas Piala Dunia mereka akhir pekan ini dengan penuh semangat setelah mengalahkan Mali 2-0 dalam laga persahabatan di Turki, meskipun masih ada ketidakpastian yang menyelimuti partisipasi mereka di turnamen tersebut.
Gol dari gelandang Saeid Ezatolahi dan bek kanan Ramin Rezaeian yang tercipta di masing-masing babak pada hari Kamis memberi Tim Melli rekor tiga kemenangan dan satu kekalahan dalam empat pertandingan persahabatan tahun ini di kota resor Antalya, Turki.
Cerita yang Direkomendasikan
daftar 4 itemakhir daftar
Pertandingan persahabatan ini adalah satu-satunya sepak bola kompetitif yang diikuti para pemain yang bermarkas di Iran sejak liga domestik ditangguhkan menyusul serangan udara AS dan Israel terhadap republik Islam tersebut pada akhir Februari yang memicu perang regional.
Skuad telah menerima visa untuk Meksiko, demikian konfirmasi para pejabat minggu ini, dan akan meninggalkan Turki pada hari Sabtu menuju markas turnamen mereka di kota perbatasan Tijuana.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum setuju untuk menjadi tuan rumah bagi skuad tersebut setelah diberi tahu bahwa otoritas AS tidak ingin Iran tinggal di markas asli mereka di Arizona selama turnamen yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli.
Namun, skuad tersebut belum menerima visa yang mereka perlukan untuk masuk ke AS guna memainkan pertandingan grup melawan Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles serta Mesir di Seattle.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Mehdi Taj mengatakan kepada media Iran minggu ini bahwa visa AS menjadi kekhawatiran utama federasi tersebut menjelang pertandingan pembuka Iran melawan Selandia Baru pada 15 Juni.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada hari Selasa bahwa “tidak ada masalah” dengan masuknya skuad Iran ke negara tersebut, tetapi Washington tidak akan mengizinkan pejabat atau staf yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk mendampingi mereka.
Baik AS maupun Kanada, yang menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia bersama Meksiko, mengklasifikasikan IRGC sebagai “entitas teroris”.
Taj ditolak masuk ke Kanada untuk menghadiri Kongres FIFA pada akhir April karena hubungannya dengan pasukan militer elit tersebut.
(KoranPost)
Sumber: www.aljazeera.com
https://www.aljazeera.com/sports/2026/6/5/iran-beat-mali-in-final-warm-up-before-heading-to-world-cup















