Ingatan kolektif suatu kelompok ternyata bisa jadi kunci buat bertahan hidup.
Bagi banyak hewan, aman itu soal jumlah—dan pengetahuan bertahan lintas generasi, diwariskan lewat jalur migrasi, teknik berburu, atau tempat berlindung yang aman melalui pembelajaran sosial.
Tapi nggak semua ingatan kolektif terbentuk dengan cara yang sama.
Di kerumunan kecoak yang selalu bergerak lincah, para ilmuwan menemukan bukti adanya ingatan kolektif yang muncul murni dari interaksi dan cuma tersimpan di struktur sosial kelompok itu sendiri.
“Pendekatan teoretis kami mengungkapkan bahwa interaksi sosial dan struktur kelompok sudah cukup untuk memunculkan ingatan kolektif,” tulis tim yang dipimpin oleh ekolog sosial Mariano Calvo Martín dari Université Libre de Bruxelles, Belgia, dalam makalah tahun 2023.
Kalau kamu pernah membalik batang kayu lembap di hutan dan lihat sendiri betapa paniknya mereka kabur, kamu pasti tahu kalau kecoak—yang punya peran penting di ekosistem lantai hutan—suka banget ngerumpi di celah-celah gelap dan lembap.
Para peneliti penasaran, apa yang terjadi kalau lingkungan itu berubah.
Kalau celah gelap berubah permanen jadi ruangan terang benderang, masuk akal buat pindah dan cari celah gelap lain. Tapi teori perilaku kolektif justru menunjukkan kalau kelompok bisa terkunci pada keputusan yang sudah dibuat, meskipun lingkungan berubah dan pilihan itu udah nggak masuk akal lagi.
Studi tahun 2015 menemukan kalau kelompok kecoak amerika (Periplaneta americana) ternyata luar biasa tahan banting menghadapi gangguan sementara di lingkungan hidup mereka.
Calvo Martín dan timnya ingin tahu apakah ketahanan itu tetap bertahan kalau perubahannya permanen.
Mereka melakukan studi pada kecoak amerika, pakai habitat eksperimen dengan dua tempat berlindung yang identik, cuma beda di pencahayaannya. Satu disinari lampu merah yang terlihat lebih gelap buat kecoak, jadi lebih menarik, sementara yang satunya disinari lampu hijau.
Seperti dugaan, sebagian besar kecoak memilih tempat berlindung berlampu merah.
Lalu, peneliti melakukan tipu-tipu kecil. Mereka tukar pencahayaan sampai tempat yang tadinya ditempati jadi berlampu hijau, dan tempat yang kurang diminati jadi berlampu merah. Mereka mengamati apa yang bakal dilakukan kecoak-kecoak itu.
Kalau seekor kecoak sendirian saja, biasanya dia langsung kabur dari tempat berlampu hijau dan menuju ke yang merah.
Tapi buat kelompok kecoak, hasilnya nggak segampang itu ditebak. Kalau kelompok yang cukup besar sudah mapan sebelum situasi pencahayaan berubah, mereka tetap bertahan di tempat. Kelompok itu udah memutuskan di mana akan beristirahat, dan mereka patuh pada keputusan itu.

Tapi para peneliti nggak berpikir kalau tiap kecoak mengingat tempat berlindungnya.
Justru, ‘ingatan’ itu muncul dari interaksi mereka satu sama lain.
Setiap kecoak lebih mungkin bertahan di tempat di mana kecoak lain beristirahat. Begitu cukup banyak individu berkumpul di satu tempat, tarikan sosial itu bisa jadi lebih kuat daripada isyarat lingkungan yang menyuruh mereka pindah.
Hasilnya adalah semacam ingatan kolektif. Nggak ada satu pun kecoak yang mengingat, tapi kelompok secara keseluruhan bertindak seolah-olah mereka ingat.
Dalam simulasi komputer, para peneliti menemukan pola yang sama muncul dari seperangkat aturan yang ternyata simpel banget.

Kecoak virtual diprogram buat lebih suka tempat berlindung berlampu merah dan betah di tempat yang sudah dihuni kecoak lain. Nggak ada satu pun dalam model itu yang memberi ingatan pada serangga individu tentang tempat berlindung awal.
Tapi bersama-sama, interaksi sosial sederhana itu sudah cukup bikin kelompok bertahan pada pilihan awal meskipun kondisi pencahayaan sudah lama berubah.
Baca juga: Parasit Liar Bikin Semut Hidup 10 Kali Lipat Lebih Lama dan Triknya Bikin Semut Lain Memuja Mereka
“Ingatan kolektif juga bisa muncul semata-mata melalui interaksi antar individu dan bisa disimpan dalam struktur sosial,” tulis para peneliti.
Para peneliti meyakini bahwa dinamika ini nggak cuma terjadi pada kecoak. Banyak kelompok hewan yang membuat keputusan secara kolektif, mulai dari kawanan ikan, kawanan burung, koloni semut, kawanan lebah—bahkan manusia.
Seberapa luas fenomena ingatan kolektif semacam ini masih harus diteliti lebih lanjut.
Tapi kalau para peneliti ini benar, kecoak mungkin cuma satu contoh dari fenomena yang jauh lebih besar yang bisa ditemukan di mana pun hewan membuat keputusan bersama.
Temuan ini telah dipublikasikan di PLOS One.
Artikel ini telah diperiksa faktanya oleh Clare Watson dan disunting oleh Clare Watson. Meskipun kami bangga dengan proses kami, kami hanya manusia biasa. Jika kamu menemukan kesalahan, beri tahu kami.
(KoranPost)
Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/a-cockroach-collective-memory-emerges-from-their-social-networks-study-suggests















