Spesies Gurita Biru Misterius Ditemukan di Kedalaman Laut Galapagos

May 26, 2026

3 menit teks

Di dasar laut dekat Kepulauan Galapagos, sebuah robot selam yang dikendalikan ilmuwan menemukan gurita misterius. Warnanya biru cerah seperti laut dan ukurannya nggak lebih besar dari bola golf!

“Kecil banget! Warnanya biru!” seru salah satu ilmuwan saat pertama kali melihat makhluk cephalopoda biru ini melalui layar pemantau.

Tim dari Charles Darwin Foundation baru saja menemukan spesies gurita baru di kedalaman hampir 1.800 meter di bawah permukaan laut, menurut penelitian yang diterbitkan pada hari Senin.

“Saya langsung tahu kalau ini sesuatu yang sangat spesial,” ujar pakar gurita, Janet Voight, yang diminta untuk mengidentifikasi spesies unik ini.


Awalnya, kurator di Field Museum of Natural History di Chicago ini hanya bisa melihat dari foto. Setelah spesimen aslinya dikirim lewat pos, dia langsung terpukau. “Pas sampai, saya langsung bilang ‘Ya ampun! Cantik banget’,” cerita Voight kepada AFP.

Dia langsung tertarik karena gurita dengan bentuk serupa biasanya hanya ditemukan di lepas pantai Uruguay, yang lokasinya ada di samudra berbeda di sisi lain Amerika Selatan.

Biasanya, untuk meneliti spesies baru, gurita harus dibedah untuk melihat bagian mulut, paruh, dan giginya. Tapi karena cuma ada satu spesimen, Voight nggak mau merusaknya.

Foto spesimen setelah ditemukan (B dan C) dan setelah diawetkan (D dan E). (Voight et al., Zootaxa, 2026)

Sebagai gantinya, tim di Field Museum menggunakan CT scan untuk mengambil ribuan foto X-ray, lalu menggabungkannya menjadi model 3D untuk melihat bagian dalam gurita tersebut.

“Nggak ada yang lebih seru daripada menghabiskan hari melihat sesuatu yang belum pernah dilihat manusia lain sebelumnya,” kata kepala laboratorium X-ray Field Museum, Stephanie Smith.

Warna ‘Ungu Tua’

Spesies baru yang diberi nama Microeledone galapagensis ini unik bukan cuma karena warna birunya—yang konon merupakan warna paling langka di alam—tapi juga karena ukurannya.

Gurita ini sepertinya adalah yang paling kecil dari keluarga Megaleledonidae, yang biasanya jauh lebih besar dan hidup di Samudra Selatan sekitar Antartika.

Hasil scan microCT memperlihatkan struktur internal gurita. (Voight et al., Zootaxa, 2026)

“Lengan-lengannya yang pendek dengan satu baris pengisap membuatnya beda dari gurita yang biasa kita kenal,” jelas Voight. Selain itu, kulit punggungnya yang mulus juga jadi ciri khas unik lainnya.

Meski bagian punggungnya berwarna biru muda, bagian bawah tubuhnya ternyata berwarna “ungu yang sangat tua”. Voight menjelaskan, “Kami pikir warna ini buat perlindungan. Kalau gurita ini menangkap mangsa yang memancarkan cahaya, cahaya itu bisa mengundang predator lain. Jadi, gurita ini menutupi mangsanya dengan selaput tubuhnya yang gelap agar tetap aman.”

Menariknya, menemukan spesies gurita baru di laut dalam sebenarnya hal yang lumrah, terutama di area yang belum banyak dijelajahi manusia. “Kalau kamu gabungkan seluruh daratan di Bumi, luasnya bahkan nggak menutupi Samudra Pasifik,” tambah Voight.

Baca juga: Gurita Tertua di Dunia Ternyata Bukan Gurita

Voight juga menyebutkan bahwa dia terakhir kali menemukan spesies gurita baru pada tahun 2023 di lepas pantai Kosta Rika.

Penemuan pertama gurita biru ini terjadi pada tahun 2015 di dekat Pulau Darwin, pulau yang dinamai dari ilmuwan Inggris yang teorinya tentang evolusi terinspirasi dari kunjungan ke Galapagos.

Penelitian Voight tentang spesies ini telah diterbitkan di jurnal Zootaxa.

© Agence France-Presse

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/tiny-blue-octopus-unlike-any-we-know-of-discovered-near-the-galapagos

Share this post

May 26, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?