PENJELASAN
Media Iran melaporkan bahwa kesepakatan mungkin belum tercapai di tengah ketidaksepakatan mengenai beberapa isu utama.
Diterbitkan pada 25 Mei 202625 Mei 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah meminta para perwakilannya untuk tidak terburu-buru dalam membuat kesepakatan dengan Iran. Pemerintahan Trump juga meredam harapan akan adanya terobosan mendadak dalam perang yang sudah berlangsung selama tiga bulan tersebut, yang sebelumnya sempat muncul sehari sebelumnya.
Blokade AS terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz akan “tetap berlaku sepenuhnya sampai ada kesepakatan yang dicapai, disahkan, dan ditandatangani,” tulis Trump di Truth Social. Pernyataan ini muncul sehari setelah ia mengatakan bahwa kesepakatan sudah “sebagian besar dinegosiasikan”, termasuk pembukaan kembali jalur air yang vital tersebut.
Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran. Namun, kantor berita Tasnim, yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menyatakan bahwa AS masih menghambat bagian-bagian dari potensi kesepakatan tersebut, termasuk tuntutan Tehran untuk pencairan dana mereka yang dibekukan.
Kedua belah pihak masih berselisih mengenai beberapa isu rumit, seperti ambisi nuklir Iran, perang Israel di Lebanon, pencabutan sanksi terhadap Tehran, serta pengembalian aset asing mereka yang dibekukan senilai miliaran dolar.
Saat perang memasuki hari ke-87 pada hari Senin, berikut adalah perkembangan terkini:
Di Iran
- Media pemerintah Iran melaporkan bahwa seorang pria bernama Abbas Akbari telah dieksekusi atas tuduhan yang berkaitan dengan protes anti-pemerintah nasional pada bulan Januari.
- Sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) terlihat keluar dari Selat Hormuz menuju Pakistan pada hari Senin. Selain itu, sebuah kapal supertanker pengangkut minyak mentah Irak yang menuju China telah meninggalkan Teluk pada hari Sabtu setelah sempat tertahan selama hampir tiga bulan, menurut data pelayaran.
Diplomasi Perang
- Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan kepada wartawan bahwa kesepakatan tidak akan ditandatangani pada hari Minggu karena sistem di Iran dianggap tidak bergerak cukup cepat, lapor kantor berita Reuters. Namun, ia memaparkan poin-poin terbaru yang sedang dinegosiasikan.
- Pejabat yang tidak mau disebutkan namanya itu mengatakan bahwa Iran telah setuju “secara prinsip” untuk membuka Selat Hormuz sebagai ganti pencabutan blokade laut oleh AS, serta setuju untuk membuang persediaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi milik Tehran. Ia menyatakan bahwa AS memahami Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, telah menyetujui kerangka dasar kesepakatan tersebut. Belum ada konfirmasi langsung dari Iran atau penjelasan lebih lanjut mengenai apa yang dimaksud dengan kesepakatan “secara prinsip”.
Di AS
- “Kami akan mendapatkan kesepakatan yang baik, atau kami akan menanganinya dengan cara lain. Kami lebih memilih kesepakatan yang baik,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada wartawan di New Delhi, India, pada hari Minggu. Ia menambahkan, “Presiden tidak akan membuat kesepakatan yang buruk—itu tidak akan terjadi.” Ia juga menyebutkan bahwa ada proposal yang “cukup solid” yang sedang dibahas.
- Trump menghadapi penolakan keras dari tokoh-tokoh agresif dalam Partai Republik, termasuk Senator Ted Cruz dan Lindsey Graham, yang menentang penyelesaian perang AS-Israel terhadap Iran melalui jalur perundingan.
Ekonomi Global
- Pengecer BBM India menaikkan harga: Perusahaan ritel bahan bakar milik negara di India telah menaikkan harga diesel sebesar 2,71 rupee ($0,0283) per liter dan bensin sebesar 2,61 rupee, menurut para pedagang. Ini adalah kenaikan keempat di bulan Mei saat pemerintah berupaya menutup kerugian akibat mahalnya biaya minyak mentah karena perang di Iran.
- Nikkei menembus angka historis 65.000: Reuters melaporkan bahwa rata-rata saham Nikkei Jepang melampaui angka 65.000 untuk pertama kalinya. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko di tengah optimisme yang tumbuh terkait potensi kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Di Lebanon
- Dua rumah hancur di kota Arzoun, wilayah Tirus, Lebanon selatan, akibat serangan udara Israel, lapor Kantor Berita Nasional. Tim penyelamat berada di lokasi untuk mengevakuasi korban luka. Israel tetap melanjutkan serangan meskipun ada gencatan senjata.
- Militer Israel menyatakan satu tentara tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan, dan satu lainnya mengalami luka parah dalam insiden yang sama sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit.
- Jurnalis Al Jazeera, Zeina Khodr, melaporkan bahwa pesawat nirawak (drone) Israel terlihat terbang di atas ibu kota Lebanon selama dua hari berturut-turut.
- Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengeluarkan pernyataan dalam memperingati Hari Perlawanan dan Pembebasan, yang menandai tanggal pada tahun 2000 ketika Israel mengakhiri pendudukan 22 tahun mereka di Lebanon selatan. “Jalan menuju penarikan penuh Israel tetap menjadi tuntutan nasional yang teguh, yang sedang diupayakan oleh negara Lebanon melalui negosiasi,” ujarnya.
(KoranPost)
Sumber: www.aljazeera.com
https://www.aljazeera.com/news/2026/5/25/iran-war-day-87-trump-says-us-not-in-rush-to-sign-deal-dashing-optimism















