Emas Tak Kasat Mata di Dasar Laut Jepang Pecahkan Rekor Konsentrasi Tertinggi di Dunia

July 15, 2026

3 menit teks

Jepang baru saja menemukan lokasi yang berpotensi sempurna untuk membangun tambang emas bawah laut komersial—meskipun pertanyaan tentang haruskah kita melakukannya masih menjadi perdebatan global yang sengit.

Di sebuah kawah gunung berapi bawah laut di lepas pantai tenggara Jepang, para peneliti mengidentifikasi cerobong black smoker dan gundukan hidrotermal yang secara aktif membentuk emas dalam jumlah besar.

Area ini bukan cuma menyemburkan butiran-butiran kecil emas yang sangat dicari, tapi juga menciptakan ’emas tak kasat mata’ yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang atau mikroskop standar.

Emas ini tersembunyi di dalam material dasar laut. Konsentrasinya di kawah bawah laut khusus ini adalah yang tertinggi yang pernah ditemukan di seluruh dunia sejauh ini.

Temuan ini dipublikasikan di Scientific Reports—hanya beberapa bulan setelah tim ilmuwan internasional memperingatkan bahwa ventilasi laut aktif perlu dilindungi dari kepentingan pertambangan komersial.

Lengan robot mematahkan sebongkah batu kaya mineral di kedalaman laut. (Nautilus Minerals)

Ventilasi Higashi-Aogashima ditemukan pada tahun 2015 di dalam zona ekonomi eksklusif Jepang, dan sampai sekarang, belum diketahui berapa banyak kehidupan laut yang dihosting oleh ladang hidrotermal ini.

Namun, yang lebih jelas adalah berapa banyak emas yang dikandungnya.

Para peneliti dari Shizuoka University, Waseda University, dan University of Tokyo di Jepang kini telah menganalisis sampel batuan dari ladang hidrotermal tersebut, yang terletak sekitar 350 kilometer di selatan Tokyo.

Dengan menggunakan secondary-ion mass spectrometry (SIMS), yang sangat sensitif terhadap jumlah emas yang sangat kecil, tim peneliti menemukan deposit rahasia emas “berkadar sangat tinggi”.

Emas Tak Kasat Mata
Sekelompok peneliti menemukan deposit sulfida masif di kaldera knoll Higashi-Aogashima yang terletak 12 km di timur Pulau Aogashima di rantai Kepulauan Izu. (The University of Tokyo)

Nanopartikel tak kasat mata ini tersembunyi di dalam pirit—mineral sulfida yang bisa terbentuk dari cairan panas kaya logam yang menyembur dari dasar laut.

Pirit adalah campuran mengkilap dari besi dan belerang, dan karena penampilannya, ia sering disebut ’emas bodoh’.

Tapi si bodoh telah tertipu karena mengira dirinya tertipu.

Emas asli selama ini memang bersembunyi di dalam emas bodoh sejak dulu.

Rupanya, emas bisa terjebak di dalam pirit sebagai nanopartikel, atau bisa juga terkandung sebagai atom-atom individual yang tertanam dalam susunan kimiawi mineral itu sendiri.

Kedua bentuk ini ada di kaldera Higashi-Aogashima.

Pirit di kawah bawah laut khusus ini, menyimpulkan para penulis studi, “saat ini memiliki konsentrasi emas tertinggi di dunia.”

Lokasinya juga relatif dangkal dibandingkan dengan ventilasi penyembur emas lainnya yang juga sedang diincar Jepang untuk dikembangkan.

Aksesibilitas dan nilai produksi tinggi yang terukur di kaldera Higashi-Aogashima membuatnya sangat menarik untuk tambang masa depan.

Ilmuwan Menemukan Emas Tak Kasat Mata Tersembunyi di Dasar Laut dengan Konsentrasi Pecah Rekor
Ventilasi hidrotermal aktif menciptakan lingkungan unik yang mendukung beragam bentuk kehidupan khusus, termasuk krustasea, cacing tabung, spons, dan koral, serta beberapa kepiting, ikan, dan gurita. (Gollner et al., Marine Policy, 2026)

Sampai hari ini, belum ada tambang emas komersial yang berfungsi di dasar laut, meskipun sudah banyak diskusi dan perdebatan.

Para ilmuwan di seluruh dunia masih mencoba mencari cara untuk mengekstraksi ’emas tak kasat mata’ dari material dasar laut dengan cara yang murah dan efisien.

Sebelumnya, upaya untuk mendirikan tambang bawah laut di lepas pantai Papua Nugini runtuh setelah perusahaan di balik proyek tersebut mengalami masalah keuangan dan protes lingkungan.

Negara kepulauan itu dikabarkan kehilangan 375 juta PGK (sekitar 85 juta USD) dari kesepakatan bisnis yang gagal itu.

Berlangganan newsletter ScienceAlert gratis yang sudah terverifikasi faktanya

Saat ini, perdana menteri Papua Nugini mengatakan negaranya tetap berkomitmen pada moratorium untuk usaha pertambangan laut dalam lebih lanjut.

Beberapa negara Pasifik lainnya juga telah mendukung moratorium hingga tahun 2030.

Tapi tidak dengan Jepang.

Negara kepulauan yang satu ini terus melaju dengan riset pertambangan laut dalam, meskipun ada kekhawatiran politik dan lingkungan.

Terkait: Deposit Emas ‘Super Raksasa’ Mungkin Bernilai Lebih dari US$80 Miliar

Bahkan sebelum studi ini, ladang hidrotermal Higashi-Aogashima sudah dianggap menyimpan beberapa kandungan emas tertinggi dalam sulfida dasar laut di seluruh dunia.

Berdasarkan analisis baru ini, tampaknya ada lebih banyak emas di ladang ini daripada yang pertama kali kita sadari.

Sekarang terserah dunia untuk memutuskan apa yang lebih berharga: kekayaan laut atau kehidupan laut.

Studi ini dipublikasikan di Scientific Reports.

Artikel ini telah diperiksa faktanya oleh Clare Watson dan disunting oleh Rebecca Dyer. Meskipun kami bangga dengan proses kami, kami hanyalah manusia. Jika kamu menemukan kesalahan, tolong beri tahu kami.

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/scientists-found-invisible-gold-hiding-in-the-seafloor-at-record-breaking-concentrations

Share this post

July 15, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?