Astronot Temukan “Phoebe”, Lubang Hitam Purba Misterius yang Bersembunyi di Galaksi Kita

May 31, 2026

2 menit teks

Pada tahun 2019, para astronom sempat dibuat bingung oleh sebuah bintang jauh yang menunjukkan perilaku tidak biasa.

Selama kurang lebih satu jam, kecerahan bintang tersebut perlahan meningkat sebelum akhirnya kembali normal. Perilaku ini tidak cocok dengan fenomena bintang yang kita kenal; durasinya terlalu lama untuk disebut suar bintang, terlalu singkat untuk supernova, dan terlalu mulus untuk variabilitas bintang biasa.

Setelah meneliti fenomena ini lebih dalam, para astronom menduga bahwa ini mungkin sinyal dari objek paling misterius di alam semesta: sebuah lubang hitam purba berukuran mini dengan massa sekitar tiga kali lipat massa Bulan kita.

Lubang hitam dengan massa sebesar itu akan memiliki cakrawala peristiwa (event horizon) yang ukurannya kira-kira hanya sebesar titik di akhir kalimat ini.

Tim astronom yang dipimpin oleh Renee Key dari Swinburne University of Technology, Australia, menyatakan bahwa tidak ada penjelasan lain yang lebih masuk akal selain lubang hitam. Mereka pun menamai kandidat objek ini sebagai “Phoebe”.

“Phoebe mengisyaratkan adanya populasi objek padat bermassa kecil yang terkait dengan distribusi materi gelap di Bimasakti, dan berpotensi membuka pintu baru dalam memahami fisika inflasi alam semesta,” tulis tim tersebut dalam makalah mereka.

Biasanya, kita membayangkan lubang hitam sebagai objek yang sangat besar dan berat—mulai dari massa beberapa kali Matahari hingga miliaran kali lipatnya.

Lubang hitam jenis ini terbentuk dari kematian bintang raksasa yang intinya runtuh karena gravitasi sendiri. Namun, sesaat setelah Big Bang, kondisi alam semesta memungkinkan terbentuknya lubang hitam yang jauh lebih kecil. Fluktuasi kuantum di ruang-waktu saat itu bisa menciptakan kepadatan berlebih yang runtuh menjadi lubang hitam kecil.

Objek ini dikenal sebagai lubang hitam purba (primordial black hole), dan sejauh ini keberadaannya masih sebatas teori karena sangat sulit dideteksi. Bayangkan, lubang hitam seberat Bumi saja diameternya hanya sekitar 1,8 sentimeter!

Meski ukurannya sangat kecil, gravitasi di sekitar lubang hitam ini cukup ekstrem untuk melengkungkan ruang-waktu di sekitarnya. Area ruang-waktu yang melengkung ini bisa berfungsi seperti lensa kosmik yang memperbesar cahaya dari latar belakang, menghasilkan kilatan cahaya singkat sebelum kembali normal. Fenomena ini disebut sebagai peristiwa mikrolensa.

Inilah tepatnya yang direkam oleh kamera DECam pada tahun 2019 saat mengamati Awan Magellan Besar, sekitar 163.000 tahun cahaya dari Bumi.

Untuk memastikan apakah Phoebe benar-benar lubang hitam, para peneliti harus menyingkirkan kemungkinan lain, seperti gangguan pada alat, suar bintang, atau kontaminasi cahaya dari bintang lain. Setelah melakukan pemodelan, mereka menyimpulkan bahwa Phoebe kemungkinan besar berada di halo materi gelap Bimasakti.

Meskipun ada kemungkinan bahwa objek tersebut adalah planet pengembara (rogue exoplanet), para ilmuwan merasa lubang hitam jauh lebih mungkin ditemukan di area halo Bimasakti yang jarang penduduknya dibandingkan planet.

Penemuan ini juga memicu perdebatan seru di kalangan ilmuwan. Sebelumnya, ada klaim penemuan 12 kandidat lubang hitam di dekat galaksi Andromeda, meski kemudian dibantah oleh tim lain yang menyebutnya sebagai bintang biasa. Temuan Phoebe kali ini justru memperkuat argumen bahwa lubang hitam purba memang ada.

Hal ini berarti satu hal: kita butuh teleskop yang lebih canggih. “Temuan kami mendorong perlunya program pengamatan yang lebih intensif di observatorium seperti Roman dan Vera C. Rubin untuk meningkatkan sensitivitas terhadap mikrolensa bermassa rendah,” ujar tim peneliti.

Kita tunggu saja kabar selanjutnya dari dunia astronomi!

(KoranPost)

Sumber: www.sciencealert.com
https://www.sciencealert.com/strange-event-might-have-been-a-primordial-black-hole-winking-at-us

Share this post

May 31, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Teruskan membaca

Berikutnya

KoranPost

Administrator WhatsApp

Salam 👋 Apakah ada yang bisa kami bantu?